Minibus Masuk Sungai, Pasutri Dilapor Hilang

oleh
oleh
Warga sekitar membantu pencarian Pasutri yang dilaporkan hilang usai mobil yang ditumpangi jatuh ke sungai Lau Kombih, Pakpak Bharat

POSMETRO MEDAN – Satu unit minibus terjun ke sungai Lae Kombih, Pakpak Bharat. Pasangan suami istri (pasutri), Rudi Simanjuntak (38) dan Risma Tumangger (39) dilaporkan hilang.

Pasangan ini merupakan warga Tanjung Mulia, Sitelu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat.

Kanit Patroli Sat Lantas Polres Pakpak Bharat, Ipda Lesmana mengatakan kecelakaan itu diperkirakan terjadi diantara pukul 23.00-24.00 WIB Senin (30/3/2026).

Berdasarkan keterangan anak Rudi bernama Yogi Simanjuntak di TKP, sekitar pukul 23.00 Rudi menelepon anaknya Yogi agar pintu rumah dibuka karena Rudi dengan Risma hendak sampai di rumah.

BACA JUGA..  Marak!!! Keracunan MBG, Sejumlah Pelajar Dilarikan ke Puskesmas Galang

“Menurut Yogi ada yang aneh, sebab hingga pukul 24.00 WIB kedua orang tuanya belum tiba di rumah dan HP kedua orang tuanya aktif tetapi tidak menjawab,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Karena pasutri itu belum tiba di rumah, kemudian sekitar pukul 07.00 WIB Selasa (31/3/2026), keluarga korban memberitahukan hal itu kepada Sekretaris Desa Tanjung Mulia, kemudian dilakukan pencarian dengan menyisir sepanjang Jalinsum Pakpak Bharat di bantaran Sungai Lae Kombih.

BACA JUGA..  BC Kualanamu Amankan 1522 Gram Emas Dari Calon Penumpang Pesawat ke Thailand

Keluarga bersama warga menemukan pelat mobil BK 1213 SP, HP korban dan bekas terjunan mobil. Selanjutnya warga melakukan pencarian di lokasi jejak mobil jatuh ke sungai.

Sebelum kejadian, menurut konfirmasi petugas, korban pasangan suami istri itu diketahui baru pulang pesta dari Dusun Natam Desa Majanggut I, Kecamatan Kerajaan, Pakpak Bharat.

BACA JUGA..  Pelajar Keracunan MBG di Galang Capai 38 Orang

Jarak TKP ke rumah korban berjarak dua kilometer. Dijelaskan Lesmana, pencarian korban masih berlangsung sambil menunggu Tim Basarnas tiba di lokasi yang sedang dalam perjalanan dari Medan.

Untuk sementara, pihak kepolisian koordinasi dengan Pemerintah Desa setempat tetap koordinasi untuk berdayakan warga untuk memantau dan membantu pencarian korban di sepanjang aliran sungai Lae Kombih ditempat yang aman.(bbs)