Komplotan Begal Berpistol Sekap 10 Pemuda Tanjungbalai, 3 Pelaku Ditangkap Warga

oleh
Korban membuat laporan ke Polisi.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga. Sepuluh pemuda disekap oleh komplotan begal bersenjata api dan senjata tajam di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Kamis dinihari (12/3/2026).

Dalam peristiwa itu, para pelaku tidak hanya merampas barang berharga milik korban, tetapi juga meminta tebusan jutaan rupiah agar para korban dilepaskan.

Tiga orang terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan warga. Salah seorang di antaranya bahkan disebut-sebut merupakan adik dari seorang personel Polda Sumatera Utara berpangkat Komisaris Polisi (Kompol).

Ditodong Pistol dan Samurai

Salah seorang korban, Kevin Sirait (18), mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika mereka sedang berkumpul di kawasan Ujung Tanjung.

Tanpa diduga, sekitar delapan pria tak dikenal mendatangi mereka.

“Pelaku langsung menodongkan pisau dan samurai. Dua orang lainnya menodongkan pistol ke kening kami,” kata Kevin saat membuat laporan di Polres Tanjungbalai.

BACA JUGA..  Polisi Tangkap Narkotika Senilai Rp 57 Milyar, Ada Sabu, Ekstasi Hingga Liquid Vape

Di bawah ancaman senjata, para pelaku kemudian merampas telepon genggam dan uang milik para korban.

Tidak berhenti di situ, para pelaku juga meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta agar para korban bisa dibebaskan.

Dibawa Berkeliling Hingga Subuh

Para korban kemudian dipaksa masuk ke dalam kendaraan dan dibawa menuju kawasan Sei Nangka.

Selama penyekapan yang berlangsung hingga sekitar pukul 05.00 WIB itu, para korban juga mengalami penganiayaan.

Akibatnya, beberapa korban mengalami luka lebam di tubuh mereka.

Sepuluh korban yang disekap diketahui merupakan warga Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, yakni:

  • Kevin Sirait (18)

  • Raju (22)

  • Nashruddin (19)

  • Joni Sitorus (18)

  • Rafli (19)

  • Yusuf (19)

  • Chairul Anwar Syahputra

  • M. Aidil

  • serta dua pemuda lainnya.

BACA JUGA..  Sinergi Bagi Negeri, Honda Indako Segarkan Taman Kota Bersama Komunitas dalam Semangat Hari Bumi

Korban Lompat dari Sepeda Motor

Peristiwa ini akhirnya terungkap setelah para pelaku bernegosiasi untuk mengambil uang tebusan.

Salah satu korban, Nashruddin, diminta ikut bersama tiga pelaku menuju Sei Kepayang untuk mengambil uang tersebut.

Namun di tengah perjalanan, Nashruddin nekat melompat dari sepeda motor yang ditumpanginya.

“Saya langsung melompat dari sepeda motor dan berteriak bahwa saya sedang dibegal,” ujarnya.

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar.

Warga yang datang kemudian mengamankan tiga terduga pelaku sebelum menyerahkannya ke Polsek Sei Kepayang, dan selanjutnya dibawa ke Polres Tanjungbalai.

Korban Trauma, Polisi Diminta Usut Tuntas

Akibat kejadian itu, para korban kehilangan uang tunai dan tujuh unit telepon genggam.

Selain itu, sejumlah korban juga mengalami luka akibat penganiayaan para pelaku.

Para korban kemudian mendatangi Polres Tanjungbalai pada Kamis malam untuk membuat laporan resmi.

BACA JUGA..  Kadinkes Nias Ditahan Kasus Korupsi Pembangunan RS

Kedatangan mereka turut didampingi staf Kantor Kepala Desa Pertahanan, Hamdan Tambunan.

Hamdan meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memastikan jenis senjata api yang digunakan para pelaku.

“Korban mengalami trauma. Kami berharap kasus ini segera diungkap tuntas, apalagi tiga pelaku sudah diamankan,” katanya.

Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

Laporan korban tercatat dengan nomor STTLP/B/73/III/2026/SPKT/RES T.BALAI/POLDA SUMUT tertanggal 12 Maret 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, tiga terduga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial NA, DR, dan RI.

Ketiganya diduga melanggar Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang mengatur pencurian dengan kekerasan.

Sementara itu, Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri melalui Kasi Humas Ipda Ruslan belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.

Polisi disebut masih memeriksa para korban serta mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam komplotan begal tersebut.(*)

EDITOR: Putra