POSMETRO MEDAN – Kunjungan mendadak ST Burhanuddin ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang, Rabu (25/2/2026) sore, memantik tanda tanya besar. Kedatangan orang nomor satu di Korps Adhyaksa itu terjadi di tengah misteri pencopotan mendadak dua pejabat Kejari Deli Serdang beberapa waktu lalu yang hingga kini belum pernah dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Didampingi Kapuspenkum Anang Supriatna serta sejumlah pejabat Kejaksaan Agung lainnya, ST Burhanuddin tiba sekitar pukul 17.20 WIB. Yang menarik, kunjungan ini dikawal ketat aparat gabungan TNI dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut serta kepolisian.
Pengamanan super ketat tersebut justru memicu spekulasi. Sebab, ini merupakan kali pertama Jaksa Agung menyambangi Kejari Deli Serdang secara langsung, terlebih dalam suasana pasca mutasi mendadak Kepala Kejari (Kajari) dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Wartawan Dilarang Mengambil Gambar
Sejumlah awak media yang meliput di lokasi mengaku sempat dilarang mengambil foto ketika Jaksa Agung hendak meninggalkan ruangan Kajari Deli Serdang, Sapta Putra. Bahkan, saat ST Burhanuddin keluar sekitar pukul 18.15 WIB dan menuju mobil dinasnya, beberapa jaksa terlihat membentuk barikade hingga menghalangi kamera wartawan.
Jaksa Agung langsung masuk ke mobil dinas berpelat bintang empat tanpa memberikan keterangan sedikit pun. Hanya ajudannya yang sempat menyapa wartawan dari kursi depan kendaraan sebelum rombongan bertolak menuju Medan.
Sikap tertutup itu semakin menguatkan kesan bahwa ada hal sensitif yang tengah terjadi di internal Kejari Deli Serdang.
Bantahan Internal Kejaksaan
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Deli Serdang, Robi, membantah bahwa kunjungan tersebut berkaitan dengan rotasi pejabat sebelumnya.
“Bukan terkait rotasi. Ini kunjungan kerja. Tadi singgah ke Kejaksaan Negeri Deli Serdang dari Bandara Kualanamu,” ujarnya.
Pernyataan senada disampaikan Kasi Penkum Kejati Sumut, Rizaldi. Ia menegaskan bahwa agenda Jaksa Agung adalah kunjungan kerja ke Kejati Sumut dan direncanakan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Medan.
“Iya, kunjungan kerja ke Kejati Sumut. Ada beberapa pejabat Kejagung yang mendampingi. Habis ini direncanakan buka puasa bersama di Medan,” katanya.
Saat disinggung apakah kedatangan tersebut terkait pencopotan oknum Kajari berinisial RS dan oknum Kasi Pidsus HB, serta sejumlah dugaan kasus korupsi di Deli Serdang yang tak kunjung terungkap, Rizaldi kembali menepis.
“Oh enggak, bukan hal itu. Ini kunjungan kerja,” pungkasnya.
Publik Menanti Transparansi
Namun, jawaban normatif tersebut belum sepenuhnya meredam tanda tanya publik. Terlebih, hingga kini tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan pencopotan dua pejabat sebelumnya maupun perkembangan penanganan sejumlah dugaan perkara korupsi yang sempat menjadi sorotan di Deli Serdang.
Sikap tertutup Kajari Deli Serdang, yang enggan memberikan keterangan saat didekati wartawan dan langsung masuk ke ruangannya, turut menambah spekulasi.
“Kunjungan Kejagung misterius. Mau dikonfirmasi sebentar pun tidak mau. Seolah menghindar,” ujar beberapa wartawan di lokasi.
Di tengah komitmen Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi, publik tentu berharap transparansi dan keterbukaan informasi menjadi prioritas. Sebab dalam penegakan hukum, kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama.
Apakah ini murni kunjungan kerja biasa? Atau ada persoalan yang tengah dibenahi secara senyap di tubuh Kejari Deli Serdang? Waktu yang akan menjawab.
REPORTER: Gunawan
EDITOR: Putra












