POSMETRO MEDAN – Satu tahun kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan – Lom Lom Suwondo baiknya menjadi momentum penting evaluasi pencapaian kinerja di Kabupaten Deli Serdang terutama pada aspek pembenahan infrastruktur vital masyarakat.
Pada 20 February 2026 kemarin, kepemimpinan Asri Ludin Tambunan – Lom Lom Suwondo tersebut telah genap satu tahun tetapi kekecewaan publik jauh lebih keras ketika harapan yang dijanjikan tak kunjung terwujud.
Satu tahun pertama adalah cerminan keseriusan, masih lebih banyak gemuruh narasi masyarakat yang menuntut pembenahan dari pada perubahan yang benar – benar terasa.
Syahrul Tanjung salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Percut Seituan yang menyoroti perkembangan kepemimpinan Bupati Asriludin Tambunan setahun belakangan ini mengungkapkan persoalan paling kasat mata adalah belum signifikannya pembangunan infrastruktur jalan kecamatan maupun kabupaten yang rusak parah khususnya di Kecamatan Percut Seituan, karena masih banyak ditemukan jalan hancur yang tak juga diperbaiki.
“Pertanyaan mendasar mulai mengemuka, apa yang benar benar berubah karena masyarakat masih tetap berjibaku dengan jalan rusak yang tak kunjung jelas kapan akan diperbaiki. Lubang menganga, badan jalan hancur hingga genangan air saat hujan menjadi pemandangan yang dianggap “biasa” sejumlah jalan bertahun tahun rusak tanpa kejelasan kapan ditangani,” ungkap Syahrul, Senin(23/2/2026).
Dijelaskannya, bagi warga ini bukan sekedar soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan pergerakan ekonomi masyarakat, biaya transportasi meningkat, kendaraan warga kerap rusak akibat jalan berlubang. Petani, buruh, pedagang hingga anak anak sekolah setiap hari melintasi jalan yang tak sepenuhnya aman. Kerusakan jalan adalah bentuk kegagalan pemerintah yang menyedihkan.
“Yang lebih memprihatinkan,keluhan demi keluhan berulang kali disuarakan melalui forum warga, media sosial, hingga laporan langsung namun respon yang dirasakan masyarakat dinilai masih sebatas janji belum berwujud tindakan nyata,” ucapnya.
Disisi lain, agenda seremonial pemerintah Kabupaten Deli Serdang tetap berjalan mulai dari penyerahan bantuan, peresmian simbolis, hingga berbagai kegiatan formal yang tampak aktif dipermukaan. Tetapi bagi masyarakat ukuran keberhasilan bukanlah seberapa sering acara digelar melainkan seberapa banyak persoalan yang benar -benar di selesaikan.
Kondisi ini membuat situasi terasa kontras saat pemerintah merayakan capaian sebagian warga masih menunggu perubahan yang tak kunjung datang. Publik tidak menolak kegiatan keagamaan maupun sosial. Namun yang dipertanyakan adalah sensitivitas terhadap kondisi lapangan.
APBD Kabupaten Deli Serdang setiap tahun mencapai 5 trilyunan rupiah. Wajar jika publik bertanya kemana prioritas diarahkan ? mengapa kerusakan akses jalan di Kecamatan Percut Seituan belum diperbaiki.
Yang menjadi sorotan adalah kontras antara citra dan kenyataan. Komunikasi publik aktif, narasi dibangun rapi, konsep dipresentasikan progresif. Namun jalan rusak tidak bisa diperbaiki dengan konten digital. Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan jargon inovasi. Masyarakat menuntut prioritas yang masuk akal, infrastruktur layak, pelayanan publik cepat, transfaransi anggaran yang jujur, serta kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil.
Dalam setahun ini, masyarakat menilai bahwa kegiatan pembangunan yang dilakukan lebih cenderung hanya memberikan jatah untung bagi orang -orang tertentu tanpa mengedepankan aspek keutamaan prioritas dan kebutuhan masyarakat yang mendesak.
Sebagai contoh rehap kantor bupati pasang lif dan sebagainya mencapai Rp 2,3 milyar, bangun jembatan di Desa Tanjung Garbus I Kecamatan Lubuk Pakam senilai Rp 6 milyar lebih padahal jembatan lama masih bagus, proyek pembangunan alun-alun di beberapa kecamatan yang menelan anggaran Rp 4,4 milyar, pembangunan gedung Kantor Damkar senilai Rp 5,6 milyar padahal yang utama itu peremajaan mobil damkar dan mobil rescue yang sudah tua.
Contoh ini hanya segelintir, masih banyak proyek kegiatan lainnya yang tidak urgent atau mendesak menghabiskan ratusan milyar sudah dikerjakan, sementara jalan rusak hampir di semua desa di Kecamatan Percut Seituan diantanya jalan Tambak bayan Desa Saintes, J.L.M Yakub , Jl. Masjid. Jl.Bejo Desa Bandar Khalifah, Jl Perbatasan, Kampung Cendol, Jl Pasar 7 Desa Bandar Kliffa, Jalan Utama Desa Bandar Kliffa, Jalan Kampung Kolam Desa Kolam, Jl Perhubungan, Jalan Masjid Jalan Surya Haji Desa Lau Dendang, Jl Perbatasan Desa Sei Rotan, Jl.Terusan, Jl.Lapangan, Jl Buntu, Jalan Pembinaan Jl Pelaksanaan,Jl Bersama Desa Bandar Setia, Jalan Wilmar dan Hampir semua Desa di Kecamatan Percut Seituan rusak parah. Ini juga terjadi di kecamatan lain.
Warga Kecamatan Percut Seituan berharap perbaikan jalan segera dilakukan karena itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Tidak ada prestasi apapun yang dapat dilihat masyarakat terhadap hasil kinerja pemerintah selain perbaikan akses jalan yang bagus.
Terkait hal ini Kepala Dinas Kominfostan Kabupaten Deliserdang Sandra Situmorang yang coba dimintai tanggapannya terhadap respon dan kritik masyarakat terhadap pencapaian kinerja bupati Asriludin Tambunan dalam kurun waktu setahun ini belum memberikan komentar.( Wan)
EDITOR : Putra












