Jalan di Sitakereng Sebagai Urat Nadi Ekonomi di Dolok Surungan Tak Kunjung Diperbaiki

oleh
Jalan di Sitakereng yang rusak.

POSMETRO MEDAN– Pemimpin silih berganti, namun penderitaan warga masyarakat akibat akses jalan di Hutan Sitakereng Desa Sibide Kecamatan Silaen Kab.Toba Propinsi Sumatera Utara masih terus berlanjut, meski sudah puluhan tahun tak kunjung diperbaiki dan diaspal oleh pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua LSM Dewan Rakyat Pemantau Sengketa (LSM-DERAS) Maruli Siahaan, melalui rilisan yang diterima kru media, Kamis (22/01/2026).

“Jalan yang melintasi tombak (hutan) Sitakereng, Desa Sibide II Kecamatan Silaen Kabupaten Toba, lokasinya berada di kawasan hutan Dolok Surungan milik Perhutani yang berbatasan dengan wilayah Onan Tornaganjang serta Desa Lumbangaol yang juga masih di wilayah Kabupaten Toba”, terang Maruli Siahaan.

Lanjutnya, satu-satunya akses menuju seluruh Desa di Kawasan Dolok Surungan sejak masa penjajahan Belanda hingga sekarang masih tetap saja cukup sulit dijangkau baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

BACA JUGA..  Pemkab Deli Serdang Enggan Tindak Pabrik Buang Limbah di Sungai Belumai

“Jangan ditanya geramnya hati kami sebagai warga masyarakat mengenai kondisi jalan ini, jika boleh meremukkan para penyelenggara mungkin sudah dilakukan sejak dulu”, kesal Ketua LSM Dewan Rakyat Pemantau Sengketa (LSM-DERAS) Maruli Siahaan.

Ironis, membayangkan para orang tua yang tinggal di desa-desa kawasan Dolok Surungan sudah pada renya bahkan banyak yang sudah meninggal namun infrastruktur jalan di tombak Sitakereng masih juga belum aspal,” tandasnya kesal.

Berikut rilisan lengkap Ketua LSM Dewan Rakyat Pemantau Sengketa (LSM-DERAS) Maruli Siahaan.

*Potensi Alam Dapat Mendongkrak Ekonomi Kerakyatan*

Bersama Plt Dirjen Keuangan Otonomi Daerah Kemendagri Dr. Horas Maurist Panjaitan, kami pernah menghitung anggaran untuk perbaikan Jalan Kabupaten yang rusak parah di Tombak Sitangkereng Kecamatan Silaen Kab. Toba sepanjang kurang lebih 5 Km diperkirakan hanya memerlukan anggaran Rp. 5 Miliar dan sudah pasti bagus.

Tapi, sayangnya sejak era kepemimpinan Bupati Toba Ir. Darwin Siagian, MM periode tahun 2014-2019 yang juga merupakan putra asli kawasan pegunungan Siriaria hingga Bupati Effendi Napitupulu periode 2024-2029 juga belum ada perubahan.

BACA JUGA..  Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi ‎

Miris, dengan alasan klasik anggaran pembangunan sangat terbatas, sangat sulit untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp.5 Miliar dari APBD Toba untuk perbaikan paru-paru perekonomian di Tombak Sitangkereng, kawasan Dolok Surungan, padahal sumber daya alam di kawasan Dolok Surungan Kecamatan Habinsaran, berbatasan dengan Kecamatan Silaen, boleh di bilang sangat menjanjikan.

Menurut penelitian para ahli, bebatuan di kawasan Dolok Surungan dengan ketinggian 2.000 Meter diatas permukaan laut/dpl, tepatnya desa Sibuntuon memiliki sejarah yang luar biasa tentang budaya batak.

Bahkan hasil pertanian/perkebunan kopi, kemenyan dan andaliman juga dapat diandalkan, selain tanaman sayur mayur layak dikembangkan karena faktor alam yang subur dengan suhu udara dingin.

Selain itu, sektor pariwisata adalah salah satu yang sangat menjanjikan, khususnya panjat tebing di Batu Bolon dengan ketinggian 150 meter lebih di atas Kampung Desa Sibuntuon dan Desa Siliatliatan Desa Panamparan, Kecamatan Habinsaran.

BACA JUGA..  Temui Korban Banjir, Bupati Langkat Perjuangkan Pendataan Ulang Bantuan

Menariknya, hal ini bahkan sudah pernah diuji coba para Mahasiwa Pencinta Alam/Mepala Universitas Sumatera Utara dan sangat potensial untuk di jadikan ajang panjat tebing level nasional.

Seharusnya, Dinas PU dan Pariwisata Kab. Toba dapat proaktif untuk mempromosikan arena panjat tebing Batu Bolon dan berkolaborasi dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Propinsi Sumatera Utara, di Medan.

Selain itu, wisata gunung ke puncak Dolok Surungan juga menjanjikan, pengalaman dari Tim Ekspedisi Kabupaten Asahan tahun 2023, perjalanan tiga hari Tim Ekspedisi mencapai puncak Dolok Surungan, dinarasikan sebagai pendakian yang sangat menantang dan membuahkan kepuasan batin yang luar biasa.

*Jalan Yang Layak Merupakan Urat Nadi dan Paru-paru Ekonomi Rakyat.dm

EDITOR : Putra