POSMETRO MEDAN – Mantan, mantan Kepala Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatra Utara AKBP Arthur Sameaputty, meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) kepada AKBP Adi Nugroho.
Arthur, pergi ke daerah Jakarta, dapat promosi jabatan sebagai Wadanmen II Paspelopor Korbrimob Polri.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Arthur bertugas sejak surat telegram ST/489/III/KEP./2025 tanggal 12 Maret 2025 yang menggantikan AKBP Hary Ardianto.
Setelah ditempatkan di daerah penghasil kopi dan kemenyan ini, Arthur yang menerima pekerjaan lama dari Hary malah tak dapat mengungkap beberapa kasus.
Dimisalkan, kasus pidana umum, diantaranya kasus penemuan mayat bayi laki-laki yang diperkirakan berumur 2 atau 3 hari yang terbungkus dalam plastik hitam yang dibalut kain putih disebuah rumah makan, tepatnya dikamar mandi Desa Hutajulu Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan, pada 30 Juni 2021 lalu, masih misterius.
Kemudian, kasus anak temukan Ayah, Mangasa Marbun (68) tewas di ladang sendiri, kulit terkelupas dan ada cairan kehijauan, bertempat Desa Parbotihan Kecamatan Onanganjang, pada 04 April 2023 lalu.
Kasus ini, meski sudah melangkah begitu jauh , dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kasus ini, belum ditemukan apa penyebabnya, apakah dibunuh atau bunuh diri.
Selanjutnya, kasus temuan kayu illegal logging di Desa Parsingguran II Kecamatan Pollung yang diduga melibatkan oknum polisi berinisial JAG. Serta, kasus dugaan perampasan yang dilaporkan seorang warga penyandang disabilitas, pada 15 Agustus 2025 lalu.
Dan, kasus pembacokan terhadap warga Dusun Narpahorsik Desa Marpadan Kecamatan Tarabintang, diduga dilakukan mantan oknum polisi, pada 1 Januari 2026.
Ketika dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Humbahas Bripka Jafar J Simanjuntak belum dapat menjelaskan.
” Pagi bg. Sabar ya bg, kami masih dampingi giat pak Kapolres,” ujar Jafar via pesan singkat.
• AKBP Adi Diharapkan Ungkap Kasus Kematian Kakeknya
Terpisah, salah satu keluarga dari Mangasa Marbun, Rian Marbun mengaku kecewa atas perginya AKBP Arthur tanpa dapat mengungkap penyebab kematian kakeknya.
” Kita sangat kecewa, sebab Pak Arthur meninggalkan daerah ini tanpa dapat menjawab kematian kakeknya, sampai saat ini masih luka bagi kami karena belum ketemu apa penyebab motifnya,” kata Marbun Najogi, akrab disapa saat dihubungi.
Selain meninggalkan luka, pihak keluarga dari Mangasa Marbun itu juga hingga sampai saat ini belum menerima hasil autopsi penyebab kematian Mangasa.
” Alat bukti hasil autopsi tidak dibuka secara transparan, dan saya menduga ada apa ini,” tambahnya.
Rian berharap, dari kasus itu kepada Kepala Kepolisian yang baru untuk dapat mengungkap kasus kematian kakeknya. ” Kita harap Kapolres baru dapat mengobati luka kami,” harapnya.
Perlu diketahui, Mangasa ditemukan di areal ladang sendiri, tepatnya belakang rumahnya Desa Parbotihan, pada Selasa, 4 April 2023 sekitar pukul 13.15 WIB. Saat ditemukan, terdapat kulit terkelupas dan ada cairan kehijauan.
* Pejabat Baru Diharap Mampu Selesaikan PR
Sementara, Ketua JPKP Kabupaten Humbahas Tolopan Manullang, dan Sahat Sihite salah satu warga Doloksanggul, secara terpisah berharap kepada pejabat yang baru dapat melanjutkan sisa pekerjaan mantan Kapolres AKBP Arthur.
” Terima kasih kepada pejabat lama yang telah melakukan pengabdian dirinya di Humbahas. Selamat datang kepada pejabat baru, kasus lama mohon menjadi atensi untuk diungkap,” harap Tolopan.
Tidak hanya kepada AKBP Adi Nugroho, harapan itu juga agar Kapolres baru untuk menekankan kepada pihaknya yakni Kasat Reskrim untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Dikatakannya, tantangan atau PR tidak hanya kepada Kapolres baru, tetapi juga kepada Kasat Reskrim. Dengan mengutamakan kasus yang menjadi perhatian publik agar dituntaskan secara cepat.
” Ini tantangan jangka pendeknya, menuntaskan berbagai kasus yang sekarang sedang ditangani. Dan, Ini perlu agar polisi menjadi polisi yang profesional dan terpercaya,” tambahnya.
Selain, berharap menyelesaikan PR, mereka juga berharap agar Kapolres AKBP Adi Nugroho yang dipercayakan Kapolri untuk menutup segala praktek perjudian, mulai togel dan kafe remang-remang.
Menurut Sahat, judi togel sudah merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat. Karena merugikan dari segala faktor perekonomian bagi masyarakat khususnya menengah kebawah.
Apalagi, bisa dapat dimungkinkan terjadinya kekerasan dalam rumah rangga, mengganggu kesehatan dan malas beribadah. ” Yang terakhir itu malas bekerja, hanya karena membahas angka jitu,” ujar Sahat.
Sementara, Tolopan berharap agar Pemerintah Humbahas juga turut ikut memberantas judi togel, dan menutup kafe remang-remang. ” Demi memberantas judi ini, dan menutup kafe, semua elemen juga harus terlibat, tidak hanya polisi yang berperan, Pemerintah juga. Demi generasi bangsa kedepan, penyakit ini harus diberantas,” pinta Tolopan.ds
EDITOR : Putra












