Praktik Jual BBM Eceran Pertalite Harga Selangit di Tanjung Morawa

oleh
Kios bensin harga selangit.

POSMETRO MEDAN – Praktik jual beli BBM jenis Pertalite eceran di sejumlah titik kaki lima di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, kembali menuai sorotan keras dari masyarakat.

Harga 1 botol besar Aqua berisi 1,8 liter Pertalite yang dijual pedagang eceran tembus Rp50.000, jauh di atas harga resmi di SPBU yang hanya Rp18.000 untuk 1,8 liter.

Lebih parahnya lagi, beberapa pedagang eceran terkesan menantang dan bersikap sombong kepada warga yang mengeluhkan harga tersebut.
“Kalau mau cepat, beli di sini Rp50.000. Kalau mau murah, antri lah di SPBU panjang sampai berjam-jam,” ujar sejumlah pedagang di lapangan.

Ironisnya, pedagang eceran bisa dengan mudah mendapatkan BBM dalam jumlah besar. Mereka umumnya menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Thunder, mengisi penuh tangki dengan biaya sekitar Rp250.000, lalu menyalurkan Pertalite tersebut melalui kran khusus yang sudah mereka modifikasi.

BACA JUGA..  Pengedar Sabu di Bagan Didor

Salah seorang warga berinisial S, yang juga menjadi penjual eceran, bahkan beralasan bahwa harga tinggi tersebut wajar.
“Wajar saya jual Rp50.000 karena saya antri sampai setengah hari nunggu di SPBU,” katanya.

Praktik ini jelas merugikan masyarakat, memicu kelangkaan buatan, dan membuka dugaan adanya SPBU nakal yang sengaja meloloskan pembelian berulang kepada pedagang eceran tanpa pengawasan.

BACA JUGA..  Tragedi Kecelakaan Bus ALS, 5 Penumpang Tewas Asal Sumut

Warga menuntut aparat penegak hukum, Pertamina, dan instansi terkait segera bertindak tegas di lapangan.
Penindakan harus menyasar pedagang eceran yang menimbun dan khususnya SPBU nakal yang diduga bekerja sama dengan para penimbun BBM bersubsidi.

Masyarakat berharap praktik meresahkan ini segera dihentikan. Terima kasih.(rom)