Kisah Perempuan Medan Korban Janji Palsu Imigran (Part-2)

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Merasa telah ditipu, Jagtris menghubungi IOM dan UNHCR, lalu menceritakan apa yang telah dilakukan Ghulam terhadapnya. Namun laporannya tidak digubris.

 

Tidak putus asa, Jagtris meminta keluarganya yang di Medan untuk menemui Ghulam. Sempat menolak diajak bicara di warkop, Ghulam akhirnya dibawa kerabat Jagtris ke Kawasan Simalingkar.

 

Tidak tahu kenapa, setiba di Simalingkar (rumah teman kerabat Jagtris), Ghulam mendadak lari. Oleh keluarga Jagtris, Ghulam diteriaki maling. Diduga panik, Ghulam terjatuh saat lari. Akibatnya, pria tersebut mengalami luka di tangan dan bahu.

BACA JUGA..  Bawa Jenazah, Ambulans Tabrak Truk, 2 Orang Tewas

Ketika jatuh, warga yang sempat mendengar teriakan ‘maling, langsung mengamankan Ghulam. Berikutnya, pihak keluarga menghubungi Kepling setempat. Selanjutnya, Ghulam diamankan sementara ke Polsek Delitua.

Awalnya pihak keluarga hendak melaporkan Ghulam, atas perbuatannya terhadap Jagtris. Mendengar kabar itu, Jagtris minta tolong untuk tidak melaporkannya. Puncaknya, perdamaian pun dibuat di kantor polisi.

Diluar dugaan, beberapa hari kemudian, Ghulam diam-diam membuat laporan ke Polrestabes Medan, terkait luka yang dialaminya saat jatuh akibat diteriaki maling. Kepada polisi, dia mengaku mendapat ancaman dari keluarga Jagtris.

BACA JUGA..  KA Tabrak Truk, Sopir Tewas

Sebulan kemudian, Ghulam menghubungi Jagtris memohon maaf dan mengaku tidak ingin rumah tangga mereka rusak. Permintaan maaf itu pun diterima.

Seolah lain di mulut, lain di hati. Kepada IOM dan UNHCR justru menyebut dirinya sedang terancam oleh pihak sang istri. Disebutkan, pihak keluarga masih tidak terima Jagtris pindah agama.

“Laporannya ke IOM dan UNHCR tidak benar. Ayah saya dan keluarga saya, termasuk saya berada di luar negeri. Memang benar pihak keluarga tidak menyetujui pernikahan kami, tapi tidak pernah mengancam suami saya (Ghulam) itu,” sebut Jagtris.

BACA JUGA..  Balita Tewas Akibat Pendarahan Vagina

Ternyata ada niat terselubung Ghulam dibalik pengaduan menjelek-jelekan keluarga Jagtris. Dimana, dia berharap segera dipindahkan dari Medan. Harapannya, dia dipindahkan ke Jakarta.

Kepada sang istri, dia mengaku lebih memilih Jakarta, agar proses keberangkatannya ke luar negeri atau ke negara ketiga lebih mudah. Oleh Jagtri, niat terselubung itu disampaikan kepada IOM dan UNHCR.(ras/bersambung)