Hut RI ke 80 di Salapian Carut Marut

oleh
Suasana hut RI di Kecamatan Salapian,Langkat.

POSMETRO MEDAN – Kegiatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 80 di kecamatan Salapian dinilai cukup memprihatinkan.

Pada saat acara sakral detik detik proklamasi, serta pengibaran bendera merah putih banyaknya Siswa maupun ASN lebih memilih ke warung  serta wira wiri tak tentu arah.

Hal ini jelas perilaku yang tidak bermoral, padahal pelaksanaan upacara hanya setahun sekali.

BACA JUGA..  Banggar DPRD Temukan Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran Sterilisasi Rp3,4 M dan Laser Batu Ginjal Rp5,33 M di RSUD Amri Tambunan

Saat pos metro mengkonfirmasi salah seorang siswa  SMU yang ada di kecamatan Salapian, pada saat acara sakral pengibaran bendera merah putih maupun detik detik proklamasi, terlihat jalan sana ,sini menuturkan, itu ASN pun pada duduk-duduk di warung,” ujarnya pada wartawan.

 

Salah seorang warga  Adi (47) menuturkan acara HUT kali ini sepi serta kurangnya disiplin

BACA JUGA..  Bayar PBB-P2 Rp15,91 Miliar, Hutama Karya Diapresiasi Tiorita

” Lhat aja dek banyaknya yang berseragam berlogo Mendagri seliweran  sana sini  seperti tak punya moral. Ntah gimana ya ,  sepertinya panitia  tak ada persiapan matang di acara HUT ini. Bahkan tadi lihat protokol pun ada kesalahan pada saat pembacaan,  terdengar suara sorakan di belakang oleh warga. Jelaslah panitia kurang persiapan,” kesalnya.

Dirinya menambahkan dan jujur jika di nilai perayaan HUT  kali ini tidak  semarak dari sebelumnya.
” Apakah panitia kekurangan anggaran atau gimana katanya. Tapi rasanya gak mungkinlah, kan banyak dikutip dan setau saya seluruh ASN dengan bervariasi dari yang terkecil 100 ribu. Karena istri saya juga kena kutipan lantaran dia ASN, belum lagi dari Kades, perusahaan dan lainnya, ucapnya tersenyum. (sut)