POSMETROMEDAN.com – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Labuhanbatu sosialisasikan peraturan dan non peraturan Pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024 di Ballroom Hotel Permata Land, Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Jumat (25/11/2022). Sosialisasi ini dihadiri sejumlah wartawan dari media cetak, online dan elektronik se-Labuhanbatu.
Ketua Bawaslu Labuhanbatu Parulian Silaban,S.Ag.SE mengajak seluruh media untuk bersama mengawasi penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2024. Sebab, kata parulian, pers merupakan pilar penting dalam menyampaikan informasi dan sosialisasi terhadap masyarakat.
“Kami mengajak seluruh media untuk bersama mengawasi. Karena pers merupakan pilar penting dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. Maka, itu yang kami sosialisasikan kepada kawan-kawan media,” ajaknya.
Sementara itu, dosen fakultas ilmu sosial UIN Sumut Dr.Faisal Riza,MA sebagai narasumber menjelaskan, tugas dan wewenang kewajiban bawaslu sudah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang pemilu. Untuk itu, bawaslu memiliki wewenang dan pencegahan terhadap pelanggaran.
“Bawaslu memiliki kewenangan dalam melakukan pencegahan terhadap pelanggaran terkait seluruh tahapan berlangsungnya pemilu. Itu sudah di atur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang pemilu,” jelasnya.
Terkait politik identitas, Faisal mengatakan hal itu sudah ada sejak tradisi yunani kuno. Bahwa politik identitas dimana kelompok orang yang memiliki identitas rasial, agama, etnis, sosial atau budaya tertentu cenderung untuk mempromosikan kepentingan sendiri tanpa memperhatikan kepentingan atau kepedulian dari kelompok politik yang lebih besar.
“Ketika jadi tim sukses, sampaikan yang baik saja, tidak perlu memburukkan kelompok lain yang dapat menimbulkan perpecahan,” katanya.
Faisal juga menambahkan, jika tahapan yang dilakukan bermasalah kemudian masyarakat mengetahui hal tersebut, maka akan timbul apatis yang dapat mengganggu jalannya pemilu. Untuk itu, dirinya mengajak media untuk bersama menjaga martabat demokrasi dan pemilu.
“Bawaslu dan media berperan dalam pengawasan, pencegahan dan penindakan sepenuhnya diarahkan pada tujuan utama menjaga martabat demokrasi dan pemilu,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Ketua PWI Labuhanbatu Roni Afrizal,SE mengajak seluruh wartawan dari berbagai media untuk menjalankan tugas jurnalistik sebagai sosial kontrol dan harus berdiri di tengah-tengah untuk menjaga netralitas sebagai seorang jurnalis.
“Terkadang kita harus bisa memahami tugas yang kita lakukan cukup berat. Saat pelaksanaan pemilu, ayo sebagai wartawan kita harus berdiri di tengah-tengah, sebagai netralitas kita menjadi seorang wartawan,” ajaknya.
Terakhir, Roni kembali mengajak seluruh rekan-rekan media untuk meningkatkan profesionalisme sebagai seorang jurnalis, beretika dan menyajikan berita-berita yang dapat mengedukasi masyarakat melalui karya jurnalistik.
“Kita harus tetap beretika saat menjalankan tugas jurnalistik. Jadikanlah fungsi media sebagai sosial kontrol kita dan tetap beretika serta dapat mengedukasi masyarakat dengan karya jurnalistik kita,” tutupnya.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, selanjutnya membacakan doa dan ditutup dengan melakukan sesi foto bersama. (*)
Reporter: Afriandi
Editor: Maranatha Tobing












