POSMETROMEDAN.com – Diduga akibat korsleting (arus pendek) listrik, toko Prima Jaya di Jalan Mariam Ginting Kabanjahe, milik Teger diamuk sijago merah pada Jumat (15/4/2022) pukul 03.00 WIB.
Di dalam musibah kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Sementara kerugian material juga belum dapat dipastikan.
Data yang dihimpun dari beberapa warga di lokasi mengatakan, mereka mengetahui rumah toko berlantai tiga itu terbakar, karena mendengar teriakan si pemilik dari dalam rumah.
Masih kata warga, kebakaran tersebut sudah menjelang subuh dan warga sedang bersiap untuk Sahur.
“Kejadian itu menjelang subuh sehingga warga bersiap siap untuk sahur. Memang tadi malam lampu PLN agak redup dan tiba-tiba terang,” ujar saksi di lokasi.
Para saksi menyaksikan asap tebal terlihat keluar dari lantai dua sehingga pemilik rumah Teger dan keluarganya sempat panik dan sempat terkepung asap.
Warga pun berusaha memberikan pertolongan. Dan, akhirnya Tegwr dan keluarga berhasil selamat setelah lompat melalui seng. “Syukurlah, mereka bisa selamat semua,” ujarnya mereka.
Sementara warga lainnya bernama Menda Beru Ginting mengatakan, bahwa malam harinya dipemukiman Samura, juga menjelaskan hal yang sama soal arus listrik tidak stabil.
“Lampu tiba-tiba redup dan terang lagi sehingga bola lampu pecah. Kami pun heran kenapa bisa pecah, apakah ada kaitannnya akibat lampu PLN hidup mati,” jelasnya.
Sementara Kasat Sabhara Polres Karo AKP Enda Tarigan mengatakan, dari kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian belum dapat diperkirakan.
Katanya lagi, hingga saat ini mobil Pemadam Kebakaran masih melakukan pemadaman untuk menjaga timbulnya api susulan dari lantai dua.
“Mobil water canon milok Polres Karo juga dikerahkan untuk membantu memadamkan api dan sudah beberapa kali pemadam melakukan pengisian air dan penyiraman,” ujarnya.
Pantauan wartawan, hingga jam 09:00 WIB, asap masih terlihat dari lantai dua dan tiga sehingga petugas pemadam kebakaran terus berjibaku memadamkannnya, serta menyelamatkan brankas dari lantai dua. (*)
Reporter: Edi Tarigan
Editor: Maranatha Tobing












