Minibus Hanyut, 3 Penumpang Hilang, Warga Gelar Ritual

oleh
PENCARIAN : Warga beramai-ramai melakukan pencarian korban.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Sebuah minibus terjun ke jurang sedalam 50 meter dan masuk sungai. Akibatnya, 3 penumpang minibus hilang terbawa arus sungai. Insiden ini diduga akibat sopir mengantuk.

“Bermula kendaraan dari arah Mambi ke Polman, dia berangkat dari Mambi sekira jam 01.30 wita atau setengah dua, di dalam perjalanan dia (sopir) mengantuk sehingga singgah di Sumarorong dan tertidur,” jelas Kapolsek Sumarorong, Iptu Hendrik kepada wartawan di lokasi kejadian.

“Setelah itu, dia melanjutkan perjalanan ke sini. Dia melihat ada bayangan di depan mata, hitam, setelah itu dia membelokkan stir ke kiri hingga akhirnya jatuh ke jurang dan masuk sungai,” lanjutnya.

Beruntung, saat kecelakaan terjadi, warga yang berada di lokasi kejadian bergegas memberikan pertolongan.

BACA JUGA..  KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi, 14 Orang Tewas

Tujuh penumpang, termasuk sang sopir, berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat, sedangkan 3 penumpang lainnya, dua di antaranya anak-anak, dinyatakan hilang akibat terseret arus.

Korban hilang bernama Nur Indah (30 tahun) serta pasangan kakak-adik, Kaila (12 tahun) dan Naila (20 bulan).

Hingga Rabu (5/5/2021) sore pencarian tiga korban masih dilakukan.

Selain melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, warga dan petugas terpaksa melakukan penyelaman di sungai berarus deras, kendati hanya menggunakan alat seadanya.

Menurut Hendrik, pascakejadian, mobil yang mengalami kecelakaan pada Selasa(4/5/2021) pagi sekitar pukul 06.30 Wita itu sempat ikut terseret arus sungai hingga tidak terlihat.

BACA JUGA..  Menteri Lingkungan Hidup Diganti, Kasus Lama Disinggung

Guna mendukung upaya pencarian, warga juga melakukan ritual Aluk Todolo. Aluk Todolo adalah agama leluhur nenek moyang suku Toraja.

Ritual itu ditandai dengan pemotongan dua ekor ayam, kemudian dimasak bersama beras dalam potongan bambu.

Setelah diberi mantra oleh tetua setempat, ayam dan beras yang telah dimasak, dilarung ke sungai, tempat ketika korban kecelakaan dinyatakan hilang.

Salah satu warga setempat, Mallun, mengatakan ritual digelar atas permintaan salah satu keluarga korban, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi.

“Kalau ritual yang baru saja diselesaikan, ini memang artinya hadir dalam mimpi kedua orang tua yang hanyut, bahwa silahkan dicarikan hewan sebagai artinya kurban, dengan sesuatu yang ada bulunya, tentunya bulu ayam putih dan merah,” ujar Mallun kepada wartawan di lokasi kecelakaan, yang menjadi tempat pelaksanaan ritual, Rabu (5/5/2021) siang.

BACA JUGA..  Menteri Lingkungan Hidup Diganti, Kasus Lama Disinggung

“Jadi ini yang sudah kita lakukan bersama orang tua, untuk meminta korban yang selama ini kita cari, agar cepat kita temukan,” sambungnya.

Menurut Mallun, ritual seperti ini sering dilakukan warga yang masih memegang teguh kepercayaan Aluk Todolo.

“Aluk Todolo punya keyakinan bersatu dengan alam, kalau misalnya ada hal seperti ini, tentunya orang tua ini selalu berhubungan dengan Tuhan dalam hal ritual seperti ini, dengan artinya sarana-sarana yang sudah kita saksikan tadi, ” terang Mallun.(*)