POSMETROMEDAN.com – Kesal kasus penculikan dan penganiayaan yang dialami anak dan dirinya terkesan sengaja dipetieskan, Terbit Ginting bergerak dari Binjai Kota ke Mapoldasu untuk melapor. Selasa (20/10/2020) kemarin, dia melaporkan oknum polisi yang bertugas di Polres Binjai dan Binjai Selatan.
Menurutnya, oknum dimaksud tidak profesional dalam menindak lanjuti laporan pengaduan Nomor STTPL:379/IX/2020/SPKT~ B RES Binjai tanggal 2 September 2020.
Dijelaskan Terbit Ginting, dia dan anaknya, Rony Terta Ginting menjadi korban penganiayaan dan penculikan oleh puluhan orang berseragam ormas. Dalam proses penyelidikan polisi, pelaku diidentifikasi 12 tersangka dan 4 orang sudah ditahan.
Namun dengan alasan sakit, seorang tersangka berinisial R ditangguhkan. Sementara sepenglihatan Ginting, tersangka dimaksud tampak sehat dan berkeliaran.
Selain itu, orang yang diduga sebagai otak pelaku berinisial J tidak kunjung ditangkap. Diungkapnya, kasus ini bermula dari upaya mediasi yang dilakukannya terhadap anak tetangganya.
Dimana, anak tetangganya itu terlibat penggelapan sepeda motor. Sialnya, pemilik motor merupakan keluarga seorang ketua ormas.
Kepadanya, si tetangga menyebut, jika motor tidak segera dikembalikan maka motor mereka akan diambil sebagai gantinya. Kasihan, Ginting lantas mendampingi tetangganya tersebut menemui empat orang (2 pria, 2 wanita) yang sudah menunggu di halaman rumah si tetangga.
Saat ditanya perihal maksud kedatangannya, salah seorang wanita menyebut kalau anak Tr (tetangga yang melapor) telah menggadaikan keretanya. Untuk itu, mereka datang minta ganti rugi dan akan membawa kereta milik Tr.
Mendengar itu, Ginting menjelaskan kalau tidak bisa mengambil harta benda orang dengan paksa. Karenanya, si wanita disarankan agar bertanya kepada pemilik kereta (Tr).
“Jika Tr bersedia motornya dibawa, ya bawa saja. Tapi kalau tidak mau, ya laporkan aja ke polisi,” kata Ginting.
Jawaban itu membuat seorang pria emosi. Melihat ayahnya terlibat cekcok, Rony Ginting bergegas melerai.
Bukannya mereda, emosi si pria semakin tersulut. Rony dipukuli lalu diseret dan dinaikkan ke mobil pick up.
Tidak hanya Rony, Ginting dan Tr juga ditarik paksa naik ke mobil pick up. Mereka mengalami penganiayaan oleh sekelompok pria berseragam ormas sejauh mobil melaju.
Mobil akhirnya berhenti di depan rumah oknum ketua ormas berinisial J. Sama seperti akan naik ke mobil, mereka diturunkan paksa lalu diseret dan terus dianiaya.
Oleh pelaku, Rony dimasukan ke dalam kerangkeng besi seperti kandang anjing. Sementara Ginting dan Tr dibawa menemui J ke lantai dua rumah. Di situ mereka tetap dianiaya.
Tak lama, istri dan anak-anak Ginting datang ke rumah oknum ketua ormas itu dan menjerit melihat Rony belumuran darah. Setahu bagaimana, atap seng posko rumah oknum ketua ormas dilempar dan terdengar letusan sebanyak tiga kali ke udara hingga membuat suasana semakin ramai.
Tak lama kemudian, personel Polsek Binjai Selatan datang membawa Rony Terta Ginting ke Polsek Binjai Selatan.
“Dia (J) menuduh kami membuat keributan di rumahnya. Tapi setelah di Polsek Binjai Selatan, seorang anggota Polsek Binjai Selatan menyodorkan surat pernyataan untuk diteken anak saya. Kalau tidak maka anak saya tidak diperbolehkan pulang. Dengan terpaksa, anak saya meneken surat tersebut,” ungkap korban.
Ginting menduga penandatanganan surat perdamaian di Polsek Binjai Selatan sengaja dibuat oleh oknum polisi atas permintaan J, untuk menyelesaikan permasalahan secara sepihak.
Saat itu kondisi Rony berlumuran darah, mata bengkak membiru, wajah babak belur dan sekujur tubuhnya lebam-lebam. Selanjutnya Rony dibawa berobat ke RSU Artha Medica Binjai.
Namun karena kondisi Rony kritis, Ginting dipindahkan ke RS Kesrem Binjai. Berikutnya Ginting membuat laporan ke Polres Binjai pada tanggal 2 September 2020 dengan Nomor STTPL:379/IX/2020/SPKT~ B RES Binjai.
Dan sejak dibuatnya laporan itu, J si ketua ormas tidak tersentuh. Karenanya, Ginting berharap Poldasu turun tangan menyikapi lambatnya penuntasan kasus ini.
Selain itu, Propam Poldasu juga diharapkan segera mendalami motif pemaksaan penandatanganan surat perdamaian kepada anaknya, Rony.(*/ras)











