POSMETROMEDAN.com – Kondisi kota Medan masih di zona merah Covid 19. Angka penularan virus tersebut tertinggi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sehingga mengkhawatirkan warga Medan ditambah ekonomi terpukul dampak pandemi.
Melihat situasi saat ini, dua pasangan calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota Medan, yang kini maju di Pilkada 2020, tidak peka dan peduli dengan kondisi masyarakat, terkait Covid 19. Hal itu tercermin tidak adanya program prioritas tentang penanganan pandemi Covid 19 di dalam visi, misi dan program prioritas kedua pasangan. Padahal program tersebut salahsatu yang diharapkan Ketua KPU dan Kemendagri.
Baik paslon nomor urut 01 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (Aman) dan pasangan nomor urut 02 Bobby Nasution – Aulia Rachman (Bonar) di tengah pandemi virus corona Covid 19, tidak menyentuh dan peduli dengan rencana dan strategi penanganan Covid 19.
Kedua paslon tersebut, tak tersurat mengenai cara pandang dan langkah pada dokumen visi-misi para paslon itu dalam menghadapi kondisi pandemi Covid 19 di Medan, seperti di-publishmedia massa.
Lalu sekretaris tim pemenangan Bobby-Aulia, Alween Ong, mengatakan visi misi jagonya memang tidak berbicara dalam konteks Covid 19 saja, karena persoalan kesehatan cukup banyak.
Dalam dokumen visi-misi pasangan Bonar pada sektor kesehatan hanya menyinggung memajukan masyarakat Kota Medan melalui revitalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang modern terjangkau oleh semua.
Alween menegaskan paslon yang didukung PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, PPP, PAN, Hanura, PSI, dan Gelora itu ingin terlebih dahulu fokus memperbaiki perekonomian masyarakat Medan. Apalagi, sambungnya, masyarakat Medan banyak yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Nah, paslon Aman juga tak mencantumkan secara eksplisit mengenai penanganan pandemi Covid 19 yang mengkhatirkan bagi masyarakat, di dalam visi misinya. Di visi misi di bidang kesehatan, pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PKS itu hanya menyinggung program kerja jaminan kesehatan lansia, BPJS Kesehatan.
Sekretaris Tim Pemenangan Aman, Wasis Waseso juga mengakui di dalam visi misi jagonya memang tak ada menyebut spesifik terkait penanganan Covid 19. Tetapi, tegasnya, penanganan Covid 19 tersebut nantinya masuk dalam program kesehatan.
“Visi-misi itu kan untuk lima tahun ke depan.
Jadi itu nanti masuk dalam program-program kesehatan. Sebetulnya saat penyusunan visi misi itu sudah muncul juga ide untuk penanganan Covid 19. Cuma karena menurut pembahasan itu masih spesifik, jadinya itu nanti dimasukkan dalam program kesehatan penanganan Covid,” ujar Wasis, Selasa (29/9).
Sementara itu, sebelumnya Ketua KPU RI Arief Budiman meminta agar seluruh calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 memasukkan strategi penanganan virus corona di daerahnya masing-masing ke dalam visi dan misi.
Hal itu bertujuan melihat keseriusan seluruh calon kepala daerah dalam rangka menekan angka kasus positif corona di wilayah masing-masing. Selain itu, Kementerian Dalam Negeri juga mendorong agar para kontestan Pilkada memiliki pelbagai inovasi yang diterjemahkan dalam visi, misi, program dalam menangani wabah corona.
Sungguh Medan termasuk kota yang memiliki angka penularan virus corona tertinggi di Provinsi Sumatera Utara [Sumut]. Bahkan seluruh kecamatan di Medan masuk dalam zona merah virus corona. Per 28 September 2020, jumlah kumulatif Covid 19 terkonfirmasi sudah mencapai 5.451 kasus, di mana yang meninggal 234 dan sembuh 3.242 orang. (ali/bbs)












