# Tertangkap Usai Diteriaki Maling
MEDAN – Salah seorang tahanan BNN yang akan menjalani perawatan kabur saat menunggu antrian di salah satu Poli kesehatan Rawat Jalan RSUP Adam Malik Medan, Senin (13/5/2019) siang.
Beruntung, pria botak dimaksud berhasil kembali ditangkap warga dan security rumah sakit, setelah tiga petugas BNN yang bertugas mengawal tahanan tersebut berteriak maling.
Siang itu sekira jam 12 siang, aktifitas layanan di RSUP Adam Malik dihentikan untuk istirahat. Biasanya, jam istirahat berlangsung sekitar 1 jam.
Diantara ratusan pasien yang menunggu antrian, ternyata ada seorang tahanan BNN hendak berobat (rehabilitasi). Keberadaan tahanan ini luput dari pantauan warga dan keluarga pasien, sebab petugas tidak memborgol tanganya.
Awalnya, suasana jam istirahat berlangsung tenang. Beberapa keluarga pasien mengisi waktu dengan bermain ponsel, makan siang, dan memilih tidur berbaring di kursi tunggu. Ada juga yang tidur sambil duduk.
Sama seperti keluarga pasien lainnya, tiga petugas BNN juga coba istirahat dengan memejamkan mata sejenak. Melihat tiga pria yang mengawalnya kelelahan, tahanan berkaos biru tersebut cari cara untuk kabur.
Berikutnya, pria bercelana ponggol ini pura-pura kebelit kencing dan permisi ke toilet. Percaya dan yakin tahanan tak akan kabur, permintaan pria berkulit putih itu diamini.
Begitu mendapat restu, si tahanan bergegas meninggalkan ketiga petugas lalu lari sekencang-kencangnya dari lantai tiga menuju lantai dasar. Sadar tahanan melarikan diri, ketiga petugas segera melakukan pengejaran.
Sial, lari si tahanan ternyata lebih laju. Petugas BNN pun tertinggal jauh. Melihat buruan mulai mendekati pintu gerbang IGD, ketiga petugas lantas berteriak maling sembari menunjuk ke arah tahanan tersebut.
Teriakan mereka berhasil menarik perhatian. Mendengar ada maling, security rumah sakit dan keluarga pasien serta warga sekitar spontan melakukan pengejaran. Reaksi cepat tersebut membuahkan hasil. Tahanan berhasil kembali ditangkap, tepatnya di luar gerbang depan gedung IGD.
Usai tahanan tertangkap kembali, petugas coba menghubungi rekan mereka agar segera dijemput. Namun lama ditunggu, rekan yang dihubungi tak kunjung datang. Alhasil, tahanan kembali dibawa ke lantai tiga gedung rawat jalan, guna melanjutkan jadwal pengobatan rehabilitasi.
Di lain sisi, beberapa keluarga pasien yang ikut melakukan pengejaran belakangan kecewa. Bahkan, mereka terkesan menyesal. Pasalnya, walau telah dibantu, sama sekali tidak ada keluar kata ucapan terima kasih dari bibir ketiga petugas BNN. Mereka sibuk membentak dan sesekali memiting leher si tahanan, sebagai luapan emosi.
Selain keluarga pasien, seorang petugas medis juga terlihat marah pasca tertangkapnya tahanan BNN itu. Kemarahannya karena menganggap ketiga petugas lalai dalam menjalankan tugas. Kelalaian dimaksud, tidak memborgol tangan tahanan
“Nggak beres kerja petugas ini. Masa tahanan tidak diborgol. Untuk saja bisa tertangkap lagi. Jika tidak, sudah pasti nama rumah sakit ini ikut jelek,” kesalnya.
Hingga berita diturunkan, belum diketahui tahanan kabur tersebut dari BNN Propinsi atau Kabupaten. Pasalnya, ketiga petugas memilih bungkam ketika diwawancarai POSMETRO MEDAN.(ras)












