example banner example banner example banner

Murid SD di Binjai Terima Susu Basi Dalam Menu MBG, Orangtua Protes Tuntut Evaluasi

oleh

POSMETRO MEDAN – Pendistribusian susu basi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, temuan tersebut terjadi di SD Negeri 024755, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Sejumlah orangtua siswa mengeluhkan kualitas susu yang dibagikan kepada anak-anak mereka karena dalam kondisi basi.

example banner

Keluhan bermula ketika beberapa siswa menyampaikan bahwa susu yang diterima memiliki rasa asam dan berbeda dari biasanya.

“Anak saya bilang rasanya asam, setelah saya coba sedikit, memang tidak layak diminum,” ujar salah seorang wali murid yang meminta namanya dirahasiakan. Senin, (2/2/2026).

BACA JUGA..  Selain Soal Sampah, Wabup Toba Minta Kades Tau Kondisi Masyarakat

Selain rasa, orangtua juga menyoroti kemasan susu yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan.

example banner example banner

Produk tersebut dikemas dalam botol plastik transparan tanpa mencantumkan merek, tanggal produksi, maupun batas akhir konsumsi, susu itu juga tidak dilengkapi label halal.

Ketiadaan informasi dasar pada kemasan memicu pertanyaan mengenai standar produksi, pengawasan mutu, serta mekanisme distribusi dalam program MBG yang menyasar peserta didik sekolah dasar.

BACA JUGA..  Razia Kamar Napi, Petugas Temukan Sejumlah Barang Terlarang

Sejumlah orangtua mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh.

Mereka juga meminta agar evaluasi dilakukan secara totalitas guna memastikan kejadian serupa tidak terjadi di wilayah lain.

“Program ini tujuannya baik untuk pemenuhan gizi anak, tapi kalau kualitasnya seperti ini, tentu kami khawatir terhadap dampak kesehatannya,” kata Ria Novita, selaku wali murid.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SD Negeri 024755, Erniati Lubis, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan

BACA JUGA..  Polsek Medan Baru Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Pesan singkat dan panggilan telepon yang diajukan belum mendapat respons.

Kasus ini menambah daftar evaluasi terhadap implementasi program pemenuhan gizi di sekolah.

Para orangtua berharap pemerintah pusat maupun daerah memperketat pengawasan terhadap kualitas bahan pangan yang didistribusikan kepada siswa, mengingat kelompok usia sekolah dasar termasuk kategori rentan terhadap risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi produk yang tidak layak.(dyka.p)

EDITOR : Putra