Ketukan Misterius Pintu Kos di Medan! 

oleh
Sekelompok orang mengetuk pintu kos. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Sejumlah penghuni kos di Medan, tepatnya di Jalan Setia Budi, Gang Gereja Karo, Tanjung Sari, dihebohkan oleh sekelompok orang yang mendatangi kamar kos pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 18.41 WIB.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak jelas tujuh orang—dua pria dan lima perempuan—mengetuk pintu satu per satu dengan alasan untuk membagikan sachet Abate, obat pembasmi jentik nyamuk.

Meski terkesan seperti upaya penyuluhan kesehatan, kedatangan kelompok tersebut menimbulkan rasa takut di kalangan penghuni kos.

BACA JUGA..  Ompusunggu Desak Poldasu Tangkap Kadis Lingkungan Hidup Deli Serdang

Mereka khawatir akan niat sesungguhnya dari aksi yang dilakukan, terlebih karena kejadian tersebut sudah terjadi dua kali.

Kepala Lingkungan III Kelurahan Tanjung Sari, Julina Adhani Harahap, mengonfirmasi insiden tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada ancaman atau kehilangan barang dari penghuni kos.

“Tidak ada pengancaman dan kehilangan barang. Mereka datang dengan membawa sachet Abate, mengaku sedang melakukan penyuluhan kesehatan,” ujarnya saat ditemui Kamis (12/3/2026).

BACA JUGA..  Membunuh di Tembung, Ketangkap di Aceh

Meski begitu, Julina memastikan bahwa kegiatan ini bukan bagian dari program resmi pemerintah. Biasanya, kegiatan penyuluhan seperti ini dilakukan oleh puskesmas, bukan oleh individu tak dikenal.

“Ini bukan program pemerintah, karena kalau dari puskesmas pasti melalui jalur yang lebih jelas,” tegasnya.

Abate, yang digunakan untuk membasmi jentik nyamuk dan mencegah penyakit seperti demam berdarah dan malaria, rupanya dijadikan alat oleh kelompok ini untuk mendatangi rumah warga dan kos-kosan.

BACA JUGA..  Bupati Samosir Dukung Bank Sumut Naik Kelas

Namun, cara mereka mendekati penghuni kos secara langsung dengan mengetuk pintu satu per satu justru menambah ketegangan dan kecurigaan.

Sementara itu, meski kejadian ini tidak berujung pada kerugian materiil, banyak yang bertanya-tanya: apakah ini hanya sekadar program penyuluhan ataukah ada motif lain di balik aksi misterius ini? Warga pun diminta untuk lebih waspada, terutama dalam menerima kunjungan yang tidak jelas asal-usulnya.

Editor : Oki Budiman