Isu Dugaan Kerugian Negara di Disdik Binjai Dinilai Tak Berdasar, Sofian Siregar: Tidak Ada Temuan Resmi

oleh
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofian Siregar. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Isu dugaan kerugian negara dalam sejumlah proyek di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Binjai yang belakangan beredar di ruang publik dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Informasi yang menyebut adanya potensi kerugian negara hingga ratusan juta rupiah disebut masih sebatas asumsi dan belum didukung temuan resmi dari aparat penegak hukum.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofian Siregar, menegaskan tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Menurut Sofian, seluruh program dan kegiatan di lingkungan Dinas Pendidikan selama ini telah dilaksanakan sesuai mekanisme serta ketentuan administrasi yang berlaku.

“Kami memastikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan tetap mengacu pada aturan dan prosedur administrasi yang berlaku. Informasi yang menyebutkan adanya kerugian negara tersebut tidak benar,” ujar Sofian melalui sambungan seluler, Sabtu (7/3/2026).

Ia menilai informasi yang beredar tanpa klarifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih jika tidak disertai data dan temuan yang jelas.

BACA JUGA..  Pererat Tali Silaturahmi, Bupati Tapanuli Utara Hadiri Halal Bihalal se-Luat Pahae di Simangumban Jae

Sofian menjelaskan, setiap program pembangunan maupun pengelolaan anggaran pendidikan di Kota Binjai melalui proses yang berjenjang, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan.

Selain itu, kegiatan yang dijalankan juga berada dalam pengawasan internal pemerintah daerah serta lembaga pemeriksa yang berwenang.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh.

“Jika ada pihak yang memiliki data atau temuan yang valid, tentu ada mekanisme resmi untuk melaporkannya kepada lembaga yang berwenang. Namun sejauh ini tidak ada temuan sebagaimana yang dituduhkan,” katanya.

BACA JUGA..  Judi Tembak Ikan “AW” Marak di Medan Tuntungan, Warga Resah

Meski demikian, Sofian menegaskan pihaknya tetap terbuka terhadap proses evaluasi maupun pengawasan sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi pengelolaan sektor pendidikan.

Menurutnya, penguatan tata kelola yang akuntabel merupakan komitmen Dinas Pendidikan Kota Binjai agar seluruh program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.(*)

Reporter: Dyka
Editor : Oki Budiman