Harga Daging Ayam di Sumut Mulai Bergerak Turun  

oleh
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melakukan Sidak ke sejumlah pasar tradisional.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Sumatera Utara (Sumut) mulai bergerak turun. Namun, penurunannya belum sepenuhnya menembus batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Menjelang Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pun tancap gas menjaga pasokan dan meredam gejolak harga.

Berdasarkan data pengendalian inflasi daerah per 27 Februari 2026, harga daging ayam di Pasar Sei Sikambing, Medan, tercatat Rp41.386 per kilogram. Harga terendah berada di Asahan dan Tebingtinggi sebesar Rp32.000 per kilogram, sedangkan harga tertinggi masih membubung di Kota Sibolga yang menyentuh Rp55.072 per kilogram. Secara rata-rata, Indeks Harga Konsumen (IHK) daging ayam di Sumut berada di angka Rp43.665 per kilogram.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri dan Tertib Niaga (PPDN-TN) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut, Charles T.H. Situmorang, mengakui harga masih berada di atas HET Rp40.000 per kilogram.

BACA JUGA..  Pria di Binjai Timur Ditangkap Usai Tikam Tetangga Saat Ronda Malam

“Harga daging ayam dari awal Ramadan berkisar Rp50 ribu per kilogram, dan saat ini mulai stabil Rp45 ribu per kilogram. Ini memang masih di atas HET, tapi kita berupaya menurunkannya melalui Gerakan Pangan Murah,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

GPM Digeber di Titik Strategis

Program Gerakan Pangan Murah (GPM) khusus daging ayam digelar bertahap di sejumlah pasar strategis di Kota Medan. Pada 2–3 Maret, GPM berlangsung di Pusat Pasar, Sei Sikambing, Petisah, Sukaramai, Medan Deli, Marelan, dan Bakaran Batu.

Gelombang kedua dijadwalkan 9–10 Maret di lokasi serupa dengan tambahan Gambir. Sementara tahap ketiga pada 16–17 Maret menyasar Pancur Batu sebagai titik tambahan.

BACA JUGA..  Jukir Curi iPhone Waiters di Medan Area

Langkah ini menjadi instrumen intervensi langsung pemerintah untuk menekan disparitas harga antarwilayah yang masih cukup lebar, terutama di daerah dengan harga tertinggi.

Rapat Koordinasi Libatkan Raksasa Pangan

Tak hanya mengandalkan operasi pasar, Dinas Perindag ESDM Sumut juga memperkuat koordinasi lintas sektor. Rapat yang dipimpin Pelaksana Harian Kepala Dinas, Yosi Sukmono, pada 24 Februari 2026 menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumut, Biro Perekonomian Sumut, hingga Direktur PUD Pasar Kota Medan.

Sejumlah pelaku usaha besar sektor perunggasan turut hadir, di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Primafood International, PT Ciomas Adisatwa, PT Seerad, dan PT Indojaya Agrinusa.

Dalam forum tersebut, pelaku usaha memaparkan kondisi produksi dan distribusi, termasuk jalur pasokan ke pasar-pasar tradisional yang menjadi tumpuan masyarakat.

BACA JUGA..  Bawa Samurai & Ayunkan ke Petugas, Pemuda 22 Tahun Diamankan

“Koordinasi ini untuk memperkuat sinergi, pengawasan, dan memastikan pasokan tetap tersedia sehingga harga tidak kembali melonjak,” jelas Charles.

Ujian Stabilitas Jelang Lebaran

Menjelang Idulfitri, permintaan daging ayam dipastikan meningkat signifikan. Momentum ini kerap menjadi titik rawan lonjakan harga akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.

Pemprov Sumut menegaskan komitmen pelaku usaha untuk meningkatkan distribusi ke pasar tradisional harus benar-benar direalisasikan, bukan sekadar janji di ruang rapat.

Langkah stabilisasi ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meredam tekanan inflasi. Tantangannya kini bukan hanya menurunkan harga sesaat, tetapi memastikan kestabilan hingga puncak arus belanja masyarakat menjelang Lebaran.

Apakah harga bisa benar-benar turun ke bawah HET sebelum hari raya? Pasar akan menjadi penentunya.

*)

Editor: Ali Amrizal