POSMETRO MEDAN – Aksi pencurian sepeda motor kembali meresahkan warga. Kali ini terjadi di Desa Kuala Gunung, saat siang hari, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 15.10 WIB—waktu yang biasanya dianggap aman oleh banyak orang.
Sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BK 6504 OAL milik Buyung raib saat diparkir di depan rumah waletnya. Ironisnya, kejadian berlangsung tak lama setelah korban selesai memeriksa bangunan tersebut.
Buyung baru menyadari motornya hilang ketika hendak pulang. Kaget dan tak percaya, ia langsung mengecek rekaman CCTV miliknya. Namun harapan untuk melihat pelaku pupus, karena rekaman di lokasi tidak menunjukkan gambar yang jelas.
Tak menyerah, Buyung bersama keluarga bergerak cepat memeriksa CCTV milik warga sekitar. Dari sinilah titik terang mulai muncul.
Rekaman tersebut memperlihatkan dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan mendekati sepeda motor korban.
Salah satu pelaku dengan cekatan membobol kunci menggunakan kunci T—metode klasik yang masih sering digunakan pelaku curanmor.
Dalam hitungan menit, motor berhasil dikuasai. Pelaku yang mengenakan topi hitam, jaket hitam, dan celana panjang langsung membawa kabur Vario tersebut dengan santai, seolah tanpa rasa takut.
Sementara rekannya, yang memakai topi abu-abu dan kaus biru, mengawal dari belakang menggunakan sepeda motor sport jenis Honda CBR tanpa pelat nomor.
Dari arah pelarian yang terekam, keduanya diduga menuju Tanjung Tiram.
Peristiwa ini dengan cepat viral di media sosial setelah diunggah oleh beberapa akun Facebook, memicu gelombang kekhawatiran dan kemarahan warga.
Banyak yang menyoroti keberanian pelaku beraksi di siang hari, serta lemahnya keamanan kendaraan yang masih bisa dibobol dengan cara sederhana.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Lima Puluh mengaku belum menerima laporan resmi dari korban.
Kanit Reskrim Ipda Wira Hidayat mengimbau agar korban segera membuat laporan agar penyelidikan dapat dilakukan secara maksimal.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat: kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan di siang bolong. Kewaspadaan dan sistem keamanan tambahan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Editor : Oki Budiman












