Warung Lontong Malam Terbakar, TKP: Siantar

oleh
Kebakaran satu unit warung lontong malam. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Satu unit warung lontong malam yang berada di Lorong Baja, Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, terbakar pada Minggu (11/1).

 Bangunan yang terbakar merupakan satu unit rumah yang difungsikan sebagai tempat usaha kuliner malam hari.

 Warung lontong tersebut diketahui dikelola oleh Ramadhani. Sementara itu, bangunan rumah tempat usaha berdiri tercatat milik Bonar Siregar.

 Peristiwa kebakaran terjadi pada siang hari, yang mengundang perhatian warga sekitar.

BACA JUGA..  Tiga Rumah di Medan Senembah Tanjung Morawa Terbakar

 Saat si jago cepat membesar dalam waktu singkat, dan menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan.

 Sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi kejadian, menyaksikan api dan asap tinggai.

 Situasi itu memicu kepanikan, mengingat jarak antarbangunan di kawasan permukiman tersebut tergolong rapat.

 Tidak lama setelah kebakaran itu, pihak Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Pematangsiantar bergerak cepat ke lokasi.

 Lima unit armada pemadam dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegahnya merambat ke rumah-rumah di sekitarnya, ditambah upaya dari masyarakat hingga situasi dan kondisi dapat teratasi.

BACA JUGA..  Diduga Mencuri Gas Elpiji di Kedai Warga, Dua Pemuda Digebuki Massa

 Kepad wartawan, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Damkarmat Kota Pematangsiantar, Josua Haloho mengatakan, objek yang terbakar memiliki luas sekitar 6 meter x 20 meter.

 Bangunan tersebut sepenuhnya difungsikan sebagai usaha warung lontong malam.

 “Untuk penyebab kebakaran sementara diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” kata Josua kepada wartawan, Minggu (11/1).

BACA JUGA..  Dipicu Lonjakan Permintaan Jelang Ramadan, Harga Tomat, Daging Sapi hingga Ayam Naik

 Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran itu menyisakan kerugian material yang tidak sedikit. Damkarmat memperkirakan nilai kerugian mencapai sekitar Rp150 juta.

 “Setelah api dipadamkan, petugas di lapangan tetap melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran susulan,” ucapnya.

 Pihak kepolisian setempat masih mencari tau penyebab pasti kebakaran tersebut.

Editor : Oki Budiman