POSMETRO MEDAN – Crane yang digunakan dalam proyek kereta cepat roboh dan menghantam kereta penumpang, menyebabkan rangkaian kereta anjlok dari rel dan menewaskan 22 orang.
Mengutip BBC, Rabu (14/1/2026), peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat di Provinsi Nakhon Ratchasima, kawasan timur laut Thailand.
Perusahaan Kereta Api Thailand menyatakan bahwa kereta yang tertimpa crane memiliki kapasitas maksimal 195 penumpang saat kejadian. Namun, jumlah penumpang yang berada di dalam kereta pada saat itu belum dapat dipastikan.
Hingga pukul 12.10 waktu setempat, kepolisian mengonfirmasi sedikitnya 22 orang meninggal dunia, sementara 79 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, delapan korban dilaporkan mengalami cedera serius.
“Crane konstruksi itu roboh dan menimpa kereta yang sedang melaju dari Bangkok,” ujar Kepala Kepolisian Nakhon Ratchasima, Thatchapon Chinnawong.
Media lokal Nation Thailand melaporkan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim penyelamat harus memotong bagian rangkaian kereta untuk mengeluarkan penumpang yang terjebak sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, upaya tersebut terkendala karena posisi crane yang tumpang tindih dengan struktur rel kereta api.
“Tim medis setempat bersama relawan penyelamat dari Nakhon Ratchasima tengah mengoordinasikan proses evakuasi dengan menggunakan alat berat untuk membebaskan penumpang yang terperangkap di antara reruntuhan,” tulis Nation Thailand dalam laporannya.
Kereta yang tertimpa crane proyek kereta cepat tersebut diketahui merupakan Kereta Ekspres Khusus Nomor 21, layanan kereta rel diesel dengan rute Stasiun Krung Thep Aphiwat menuju Ubon Ratchathani.
Lokasi kejadian berada di kilometer 220 jalur kereta, tepatnya di Desa Ban Thanon Kot, Kecamatan Sikhio, Distrik Sikhio, Nakhon Ratchasima.
Akibat insiden itu, empat gerbong kereta diesel keluar dari rel dan sempat terjadi kebakaran. Gerbong pertama dan kedua tertimpa material beton sehingga mengalami kerusakan paling parah.
Gerbong ketiga rusak berat setelah struktur baja runtuh ke bagian tengah dan juga dilaporkan terbakar, sementara gerbong keempat terlepas dari rangkaian utama.
Sejumlah pihak turut dikerahkan dalam penanganan kecelakaan ini, termasuk pejabat Distrik Sikhio, Perusahaan Kereta Api Thailand, tim medis dan penyelamat, pemerintah subdistrik setempat, Yayasan Penyelamat Phrommatham Sikhio, serta instansi terkait lainnya. Para korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.(bbs)











