POSMETRO MEDAN – Sebanyak 40 orang tewas dalam kebakaran sebuah bar di Pegunungan Alpen Swiss. Berdasarkan hasil identifikasi, sebagian besar korban merupakan remaja.
Dua puluh enam korban berusia di bawah 18 tahun, sementara dua di antaranya yang meninggal dunia baru berusia 14 tahun, menurut para pejabat.
Kebakaran di Le Constellation, Crans-Montana itudisebut sebagai salah satu bencana terburuk dalam sejarah Swiss, kata Presiden Guy Parmelin.
Pemilik bar, sepasang suami istri, sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, menurut keterangan polisi.
Menurut polisi Swiss, 21 korban meninggal merupakan warga negara Swiss dan tujuh adalah warga negara Prancis. Satu korban memiliki kewarganegaraan ganda Swiss–Prancis, dan seorang gadis berusia 15 tahun memiliki kewarganegaraan Prancis, Inggris, dan Israel. Enam dari mereka yang meninggal adalah warga negara Italia.
Korban lainnya juga termasuk warga negara Uni Emirat Arab, Belgia, Portugal, Rumania, dan Turki. Polisi belum merilis identitas siapa pun dari para korban.
Selain 40 orang yang tewas, lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi serius. Sebanyak 35 orang telah dipindahkan ke rumah sakit di Belgia, Prancis, Jerman, dan Italia.
Di sebuah gereja kecil tak jauh dari bar yang hancur tersebut, sebuah ibadah diadakan pada hari Minggu untuk mengenang para korban.
Setelah ibadah, kerumunan bergerak menuju bar Le Constellation dan memorial darurat di sampingnya, dengan para pengunjung memberikan tepuk tangan kepada para petugas layanan darurat yang hadir.
Swiss akan mengadakan hari berkabung nasional pada Jumat (10/1/2026) untuk mengenang para korban, ujar Presiden nasional Guy Parmelin kepada surat kabar lokal Sonntagsblick, seraya menambahkan bahwa semua orang di negara itu “dapat secara pribadi mengenang para korban.”(dtk)












