POSMETRO MEDAN – Warga Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, mendesak Polres Aceh Tenggara untuk segera melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 yang dinilai sarat kejanggalan.
Sejumlah warga menilai pengelolaan Dana Desa tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan minim keterbukaan kepada masyarakat. Dugaan penyelewengan anggaran mencuat lantaran beberapa kegiatan yang tercantum dalam APBDes diduga tidak terealisasi sebagaimana mestinya.
Banyak kegiatan yang kami pertanyakan, tapi tidak pernah dijelaskan secara terbuka. Kami menduga ini hanya akal-akalan kepala desa,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, kepada posmetromedan Selasa (24/12).
Adapun sejumlah kegiatan Dana Desa Pintu Khimbe Tahun 2025 yang diminta warga untuk dilidik Polres Aceh Tenggara, antara lain.
Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase/Air Limbah Rumah Tangga) sebesar Rp117.015.000.
Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa sebesar Rp21.250.000.
Pemeliharaan Jalan Usaha Tani sebesar Rp3.000.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) sebesar Rp15.000.000.
Penyelenggaraan Posyandu (kegiatan serupa) sebesar Rp25.749.500.
Pembinaan/Pemeliharaan/Pengadaan Sarana dan Prasarana Tanggap Bencana dan Gotong Royong Masyarakat sebesar Rp30.000.000.
Koordinasi Pembinaan Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat (Skala Lokal Desa) sebesar Rp18.825.000 dan kegiatan Belanja Keadaan Mendesak sebesar Rp19.800.000.
Warga berharap aparat penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melakukan audit dan penyelidikan secara menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa tersebut.
“Kami minta Polres Aceh Tenggara bertindak tegas agar Dana Desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegas warga.
posmetromedan mencoba konfirmasi kepada kepala Desa Pintu Khimbe Sehburawi Selasa (24/12) mempertanyak apa betul 8 kegiatan yang di kerjakan di duga ada terjadi penyelewengan anggaran.
Hingga berita ini tayang, kepala Desa Pintu Khimbe Sehburawi belum bisa memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(Zal)
EDITOR : Putra












