POSMETROMEDAN – Suasana tegang menyelimuti warga di Jalan Danau Laut Tawar, Kelurahan Sumber Mulyorejo, Kecamatan Binjai Timur, Rabu (03/12) sekitar pukul 14.00 WIB, setelah sekelompok pria berbadan tegap tiba-tiba muncul dan melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah yang disebut-sebut sebagai lokasi aktivitas peredaran narkoba.
Aksi mendadak itu membuat warga terkejut, mereka menyebut para pria bersenjata tampil dengan ciri fisik layaknya pasukan khusus dan bergerak cepat tanpa memberikan penjelasan kepada masyarakat sekitar.
Kehadiran mereka makin memicu kepanikan setelah terdengar satu kali letusan senjata.
“Tiba-tiba ada suara tembakan, bang. Orang-orang itu tegap semua, kami tidak tahu itu polisi atau bukan, tak ada yang mengenalkan diri,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dari lokasi penggerebekan, sedikitnya empat orang dikabarkan diamankan, salah satu target yang disebut masyarakat adalah pria berinisial ‘Hen’ alias Kembar, yang diduga telah lama terlibat jaringan narkoba di kawasan tersebut.
Namun, muncul tanda tanya besar setelah Polres Binjai secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam operasi misterius tersebut.
KBO Sat Narkoba Polres Binjai, IPDA Jun Fredy, memastikan bahwa pihaknya tidak melakukan kegiatan apa pun di wilayah itu pada waktu kejadian.
“Hari ini kita tidak ada operasi di wilayah yang dimaksud. Kami pastikan itu bukan anggota Sat Narkoba Polres Binjai,” tegasnya melalui sambungan seluler.
Tidak adanya keterangan resmi dari instansi penegak hukum lain membuat masyarakat bertanya-tanya, siapa sebenarnya kelompok bersenjata yang melakukan penggerebekan itu?
Di tengah minimnya informasi, rumor pun berkembang, sebagian warga menduga operasi tersebut berujung pada praktik tangkap lepas (86) terhadap target yang disebut sebagai bandar narkoba.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas mana pun untuk mengonfirmasi atau membantah dugaan tersebut.
Misteri mengenai identitas pasukan bersenjata itu pun semakin memancing perhatian publik meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.(dyka.p)
EDITOR : Putra















