POSMETRO MEDAN – Sepasang suami istri (pasutri) diduga menipu seorang warga dengan berpura-pura mencari rumah kontrakan, dan melancarkan aksinya membawa anak balita agar menyakinkan korbannya.
Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Senin (22/12) lalu.
Korban diketahui bernama Sarianto, seorang pria paruh baya yang memiliki beberapa rumah kontrakan. Ia awalnya tersentuh melihat kondisi keluarga tersebut.
Kehadiran anak kecil yang terus digendong membuat korban dan keluarganya yakin bahwa pasangan itu benar-benar membutuhkan tempat tinggal.
Pelaku mengaku baru saja dipindahkan tugas dari Surabaya dan bekerja di salah satu bank milik negara, sehingga harus segera mencari rumah sewa di Asahan.
“Dia datang katanya baru pindah tugas dari Jawa ke Kisaran ini. Mau cari rumah kontrakan. Sama istrinya bawa anak kecil. Kita di situ sama sekali enggak merasa curiga,” ucap Sarianto kepada wartawan, Jumat (26/12).
Korban bahkan sudha sepakat harga dengan pasangan suami istri ini untuk menyewa rumah kontrakan dengan durasi enam bulan.
Di rumah kontrakan tersebut pelaku sempat memasak bersama istrinya untuk menumbuhkan kepercayaan korban. Semua skenario itu dijalankan dengan rapi demi mengelabui korban.
Kepercayaan yang terbangun justru berujung petaka. Pelaku pria dari pasangan suami istri, beberapa saat kemudian meminjam sepeda motor korban dengan dalih mengambil uang di ATM bank.
“Minjam sepeda motor sebentar katanya mau ke ATM mengambil uang. Karena istri dan anaknya di rumah itu jadi kita percaya,” kata Korban.
Tak lama berselang, sang istri juga meminjam sepeda motor lain dengan alasan dompet suaminya yang berisi ATM tertinggal.
Sehingga, pelaku wanita pergi bersama anaknya meminjam sepeda motor korban yang kedua.
Korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah kedua sepeda motor tersebut tak kunjung kembali. Pelaku beserta anaknya menghilang tanpa jejak, meninggalkan korban dalam kondisi syok dan kebingungan.
“Ditunggu sudah tidak balik-balik. Nomor HandPhone (HP) yang ditinggalkan mereka juga nggak bisa dihubungi. Disitulah sadar kita kena modus perampokan,” jelas Sarianto.
Sarianto telah melaporkan peristiwa ini ke Polres Asahan. Korban berharap kepolisian segera mengungkap identitas pelaku, dan menangkap pasangan tersebut.
Editor : Oki Budiman












