Diduga Tidak Transparan Pengelolaan Dana BOS,Komite Dan Osis , LIRA Desak APH Audit Kepsek SMAN 3 Kutacane

oleh

POSMETRO MEDAN – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kutacane diduga menyelewengkan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS).

Dugaan ini muncul karena pihak sekolah tidak transparan dalam pengelolaan anggaran tersebut.

Dugaan penyelewengan yang dilakukan pihak sekolah yang beralamat di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, itu dikemukakan oleh M Saleh Selian selaku Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)Agara.

“Selain dana BOS yang dikelola oleh SMAN 3 Kutacane mereka juga mengelola uang komite dan uang OSIS yang dibayar oleh siswa setiap bulannya. Dan anehnya, pengelolaan dana BOS di SMAN 3 Kutacane tidak transparan dan diduga ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana tersebut,” katanya.

BACA JUGA..  Proyek Jalan Sirtu Diduga Dibangun Lahan Pribadi,Warga Desak Polres Agara Periksa Kades Tanah Merah

LIRA Agara juga menyoroti kutipan wajib dari siswa, uang komite dan uang OSIS. “Kita sebut aja ada 261 siswa di SMAN 3 Kutacane.Kalau 261 siswa diwajibkan membayar uang komite Rp. 40.000 dan uang osis per bulannya 10.000 rupiah, kita kalikan berapa tiap bulan dan berapa selama 1 tahun,” kata Bupati LIRA itu Jumat (5/12) Kepada posmetromedan.

Selain dana BOS, uang yang dikumpul setiap bulannya dari siswa juga tidak dilaporkan peruntukannya.

Saleh menilai, pengelolaan dana BOS TA 2024 di SMAN 3 Kutacane dana sebesar RP. 414.990.000 diduga tidak transparan dan ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS.

BACA JUGA..  Menjamur di Agara, Barisan Sepuluh Pemuda Desak Polda Aceh Turunkan Tim Berantas  Rokok Ilegal

LIRA Agara menilai, pengelolaan dana BOS TA 2024 seperti di SMAN 3 Kutacane diduga tidak transparan dan ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS.

Apalagi, tambahannya, SMAN 3 Kutacane juga mengelola uang komite dan uang OSIS yang dibayar oleh siswa setiap bulan digunakan untuk apa saja uang tersebut harus jelas dan wali murid perlu tahu.

“Kita sinyalir masih ada kepala sekolah yang kurang terbuka dan transparan tentang penggunaan dana BOS.

Atas dugaan itu, LIRA meminta APH untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap dana BOS,Komite dan uang osis yang dikelola oleh Kepala SMAN 3 Kutacane tersebut.

BACA JUGA..  8 Rumah Warga Desa Kota Kutacane Hangus Terbakar

“Bila ada terjadi penyimpangan dalam penyidikan nanti proses secara hukum yang berlaku,”harap Saleh.

Terpisah, Posmetromedan mencoba langsung mendatangi SMAN 3 Kuatacne Jumat (5/12) untuk meminta tanggapan Kepada kepsek Ali Sadikin atas dugaan tidak transparan pengelolaan dana BOS uang Komite dan uang OSIS. Tapi sayang kepsek tidak ada di tempat kata guru kepsek sudah pulanghingga berita ini dipublikasikan, Ali Sadikin kepsek SMAN 3 kutacne belum bisa di jumpai untuk memberikan jawaba(Zal)