POSMETRO MEDAN – Media sosial ramai membahas perihal antrean panjang saat mengisi BBM di daerah pascabencana, seperti di Kabupaten Aceh Tenggara , BBM jenis Pertalite dan Pertamax di eceran menyentuh Rp 30.000 per liter.
Meskipun, harga resmi BBM Pertalite di SPBU masih harga Rp 10.000 per liter dan harga Pertamax Rp.12500
Per liter.
“Kabupaten Aceh Tenggara bisa di katakan krisis BBM antri panjang setiap hari terlihat warga di SPBU untuk pengisian BBM Kamis (4/12).
Hal itu seperti yang diposting oleh akun Facebook Riko Andalas pada hari Rabu (3/12) Masih ada pengecer yang berani menjual minyak begitu mahal, di nama pihak APH yang begitu peduli dengan masyarakat.
Apakah ini tidak bisa teratasi.
Kami sebagai masyarakat aceh Tenggara sangat takut2 bekerja mengunakan sepeda motor.sedangkan kami masih membutuhkan minyak bersubsidi.
Cuba kita bayang dengan penghasilan 80 – 30 membeli minyak sisa 50 Apakah cukup membutuhi keluarga.
jaman sudah merdeka tetapi gegara oknum mafia kita bisa tertindas.
“Di jalankan terasa sakit.
.” tidak di jalankan terasa mati.
Dan Seperti postingan akun Facebook Muhammad Saleh Selian Kupikir – Pikir secara seksama, apakah mungkin Pegawai SPBU tidak mengenali wajah – wajah para Tengkulak.
Wajah – wajah para Tengkulak yang mengisi minyak di seluruh SPBU setiap hari terus menerus tak mungkin rasanya tidak dikenali para Pegawai SPBU .
Gini aja :
Bagi masyarakat yang mengidentifikasi para Tengkulak sedang mengisi BBM ? Kasih dia hukuman Moral dengan cara diteriakin .
Kalau ada Teridentifikasi pegawai SPBU turut bermain mata dengan para Tengkulak ? Cubitin rame – rame .
Notte :
Mulai sore ini kami tidak lagi mengangkat isu Tengkulak BBM, tinggal masyarakat lagi mencari para Tengkulak bermain di SPBU
Aku Facebook Saiful Rijal juga mengatakan,Kepada Yth Bapak Bupati Aceh Tenggara.
Melihat antrian panjang pada setiap SPBU, padahal setiap hari BBM yang masuk diperkirakan cukup, kami mengharapkan agar pihak Pemkab bersama Forkompida dapat mengeluarkan Kebijakan/Peraturan untuk meminta pihak SPBU untuk membatasi batas maksimal pengisian BBM untuk :
1. Sepeda Motor maksimal 5 liter per-hari.
2. Mobil pribadi maksimal 15 liter per-hari.
Walau kebijakan ini mungkin kurang menguntungkan bagi saudara2 kami yang selama ini berjualan minyak secara eceran, tapi untuk kondisi saat ini kita harus sama2 menahan diri untuk kebaikan bersama. Nanti setelah situasi kembali normal, Aturan/Kebijakan ini dicabut kembali dan kembali ke aturan yang diterbitkan oleh Pertamina.
Mohon maaf apabila hal ini ada yang kurang berkenan.
Aktipis M saleh kepada posmetromedan Kamis (4/12) mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan hingga menjual kembali BBM dengan harga lebih tinggi.
Jangan memanfaat kondisi bencana, sementara masyarakat perlu BBM untuk aktivitas sehari-hari malah oknum justru mencari untung,”sebut saleh.
Warga desak aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk segera bertindak kepada oknum yang memanfaatkan situasi pascabencana yang menjual BBM terlalu mahal.(Zal)
EDITOR : Putra












