POSMETRO MEDAN – Sejumlah SPBU di Kota Binjai dan berbagai wilayah Sumatera Utara dipadati antrean panjang kendaraan sejak beberapa hari terakhir.
Situasi ini dipicu oleh kelangkaan BBM yang mendorong terjadinya panic buying di tengah masyarakat, antrean kendaraan roda dua hingga roda empat mengular hingga ratusan meter, menyebabkan kemacetan serta mengganggu mobilitas di sejumlah titik.
Kelangkaan pasokan ini turut diperparah oleh terhambatnya distribusi, beberapa SPBU dilaporkan kehabisan stok pada jam-jam tertentu sehingga kekhawatiran masyarakat meningkat dan volume antrean kembali membengkak.
Kepala Bagian Perekonomian Pemko Binjai, Andi Afandi, memberikan penjelasan resmi terkait kondisi tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pasokan BBM.
“Kami menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, terutama masyarakat Kota Binjai, atas peristiwa yang terjadi. Kelangkaan ini akibat kapal tanker yang membawa suplai BBM mengalami kendala untuk bersandar di Pelabuhan Belawan, sehingga distribusi terhambat,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Ia menegaskan bahwa upaya percepatan suplai telah dilakukan sejak hari pertama gangguan distribusi terjadi.
“Ada 30 mobil tangki yang sejak Kamis sudah bergerak dari Riau menuju Sumut. Selain itu, kapal tanker juga sudah mulai melakukan proses loading di Pelabuhan Belawan dan pendistribusian kembali,” jelasnya.
Menurut Andi Afandi, Pemko Binjai telah berkoordinasi secara intensif dengan Pertamina dan Biro Perekonomian Pemprov Sumut untuk memastikan pasokan segera kembali stabil agar tidak berdampak pada perekonomian rakyat.
“Pemko Binjai sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina juga Pemprov, mudah-mudahan dalam waktu dekat semua sudah kembali normal,” katanya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari pembelian berlebihan yang justru memperburuk situasi.
Proses normalisasi distribusi kini tengah dipercepat, dan pasokan BBM diharapkan pulih dalam beberapa hari ke depan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar.(dyka.p)
EDITOR : Putra











