POSMETRO MEDAN – Polsek Tanjung Morawa menurunkan anggotanya untuk menyelidiki kasus pembegalan terhadap kakek nenek pencari botot di dekat Jembatan Jalan Bambu penghubung Desa Limau Manis dengan Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang yang terjadi pada Jum ‘ at subuh kemarin.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik SH mengatakan ia sudah memerintahkan anggotanya segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian pembegalan tersebut.
” Anggota sudah saya perintahkan melakukan penyelidikan dengan menyelidiki kasus ini. Rumah korban juga sudah didatangi dan Anggota meminta informasi seputar kejadian. Mohon doa dan dukungan untuk kita mengungkap kasus ini,” ucap Kapolsek, 13/10/2025.
Komplotan pelaku begal merampok suami istri lansia Kakek Buang dan Nenek Inem yang keseharian bekerja sebagai pemulung barang bekas atau tukang cari botot. Sepeda motor korban dibawa kabur begal setelah mengancam korban dengan celurit.
Korban adalah warga Jalan Limau Manis Gang Futsal, Pasar 13 Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.
Kedua Lansia ini hanya bisa menangis kalau teringat peristiwa pembegalan yang mereka alami. Tak menyangka mereka yang sudah tua renta dan miskin juga dirampok oleh para begal. Sepeda motor Honda Beat BK 4674 MAZ yang dipakai untuk mencari makan tiap hari kini dibawa kabur begal.
” Saya sudah mohon mohon sama begal itu, jangan diambil sepeda motor saya, ini buat kerja cari makan, kakek udah tua tapi begal itu tak perduli dia bilang yang penting kami dapet. Sini keretamu daripada tak potong lehermu,” ucap Kek buang menirukan ucapan begal yang menempelkan Sajam ke lehernya.
Kakek Buang mengatakan ia dan istrinya awalnya mau cari botot berangkat dari rumah pukul 4.30 wib subuh, tepat di jembatan pondok bambu yang menghubung kan Bandar Labuhan dengan Desa Limau Manis ia dicegat tiga orang begal bawa senjata tajam celurit dan sepeda motornya dirampas paksa.
” Kami mau berangkat cari botot ke Bandar labuhan bawah, pas lewat jembatan pondok bambu, Kereta ku ditunjang dari belakang oleh tiga orang anak muda. leherku dikalungkan celurit mereka minta kereta diserahkan, kalau tidak leherku digoroknya. Aku kayak mimpi tapi meski minta tolong mereka tetap maksa,” ucap Kakek Buang.
Kakek Buang dan istrinya Nek inem kini tampak sangat trauma akibat kejadian itu. Sejak kejadian pembegalan Jum’ at dinihari kemarin, Kakek Buang tak berani keluar rumah ia masih trauma dengan kejadian itu. ( Wan)
EDITOR : Rahmad












