POSMETRO MEDAN – Polemik keberadaan sarang narkoba tepat di depan Musholla Ar Ridho, Jalan Suratin, Binjai Timur, semakin menyedot perhatian publik. Setelah suara keras dari masyarakat dan pegiat sosial, kini giliran Wakil Ketua DPRD Binjai yang menyampaikan pandangan tegas sekaligus menyejukkan.
Dalam keterangannya, Hairil Anwar, menegaskan bahwa narkoba adalah ancaman serius yang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga merobek moral, tatanan keluarga, hingga menodai kesucian rumah ibadah.
“Agama harus dihormati. Tidak boleh ada aktivitas haram yang berdiri berhadapan dengan musholla atau masjid. Itu sama saja mencederai perasaan umat,” ujarnya dengan nada tegas, Jumat (12/9/2025).
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan konkret, Keberadaan sarang narkoba di depan musholla adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama, yang harus segera diberantas secara hukum.
“Penegakan hukum tidak boleh tumpul. Polisi, BNN, dan aparat terkait harus segera menutup dan membersihkan lokasi itu. Tidak ada kompromi dengan kejahatan narkoba,” tandasnya.
Politisi PKS tersebut juga menambahkan, kasus ini tidak boleh dianggap remeh karena letaknya sangat sensitif. Musholla adalah simbol kesucian umat Islam, dan keberadaan barak narkoba di depannya dapat menimbulkan luka batin mendalam bagi masyarakat.
Meski demikian, Hairil mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan razia dan penindakan. Diperlukan pendekatan kemanusiaan, pendidikan, serta peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan hanya tugas aparat, kita semua harus saling merangkul. Orang yang sudah terjerumus perlu dibimbing agar kembali ke jalan yang benar, sementara generasi muda harus dilindungi dengan pendidikan, dakwah, dan keteladanan,” jelas Hairil.
Menurutnya, keluarga, tokoh agama, dan komunitas sosial harus bahu membahu memberi solusi, bukan hanya menyalahkan. Jika masyarakat abai, maka generasi muda akan semakin mudah terjerumus dalam jeratan narkoba.
Ia menutup pernyataannya dengan seruan persatuan demi menjaga kehormatan kota dan kesucian tempat ibadah.
“Mari bersama-sama kita jadikan Binjai sebagai kota yang bersih dari narkoba. Hormati musholla, hormati masjid, dan hormati agama kita. Jika kita bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu merusak generasi kita,” pungkasnya.
Pernyataan Wakil Ketua DPRD Binjai ini menjadi sinyal kuat bahwa permasalahan narkoba di depan musholla bukan lagi isu biasa, melainkan ujian serius bagi aparat hukum dan pemerintah kota, masyarakat kini menanti aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Dukungan dari Legislatif diharapkan dapat mempercepat langkah aparat untuk segera menutup sarang narkoba tersebut, mengembalikan kesucian musholla, sekaligus menguatkan komitmen bersama dalam menjadikan Binjai sebagai kota religius, aman, dan terbebas dari bayangan gelap narkoba. (dyka.p)
EDITOR : Rahmad











