Buruh Tuntut Boby Nasution Naikan Upah 10,5% Tahun 2026

oleh
Aksi Serikat Buruh saat Unjukrasa

POSMETRO MEDAN – Exco Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara bersama elemen Serikat Pekerja Serikat Buruh berencana akan menggelar aksi setiap seminggu sekali di Kantor Gubsu Boby Nasution bila tuntutan mereka tak dikabulkan.

Hal itu disampaikan Ketua Exco Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo dalam siaran persnya dilansir Posmetro Medan.com, Senin,11/8/2025.

” Kami minta pada Gubsu Bobby Nasution naikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten Kota (UMK) se Sumut minimal 8,5 % hingga 10,5 % untuk tahun 2026 dan menyediakan Perumahan murah bagi buruh di Sumut,” ujar Willy.

Willy Agus Utomo, menegaskan bila tuntutan buruh tak dikabulkan mereka akan rutin seminggu sekali demo ke Kantor Gubernur. ia juga menyampaikan aksi ini juga akan mengusung tuntutan Nasional yakni hapuskan Outsourcing dan Pekerja Kontrak dan Sahkan segera UU Ketenagakerjaan yang baru.

BACA JUGA..  Bandar Berkamuflase Lewat Vape, Sabu 14,5 Kg Dimusnahkan

“Kita mulai dari tanggal aksi serentak Nasional, khusus di Sumut kita akan aksi seminggu sekali di Kantor Gubsu jika tuntutan upah dan perumahan murah bagi buruh Sumut tidak disahuti pak Boby Nasution, aksi setiap hari kamis,” ungkap Willy Agus Utomo yang juga merupakan Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (FSPMI Sumut).

Menurut Willy, sejauh ini program Gubsu Boby Nasution ke buruh belum terlihat jelas, maka untuk itu pihaknya menguji kepedulian sang Gubsu apakah peka terhadap nasib dan kesejahteraan buruh Sumut yang kondisinya masih jauh dari kesejahteraan.

BACA JUGA..  Pembukaan MTQ Sumut ke-40, Bupati Batubara : Raih Prestasi Islami

“Upah di Sumut ini termasuk upah murah dari daerah Industri lainnya, padahal Sumut juga merupakan salah daerah Industri terbesar di Indonesia, kita sudah tertinggal jauh upahnya khususnya Upah Minimum Kabupaten Kota industri di Sumut,” papar Willy.

Akibat hal tersebut lanjut Willy, berdampak pada minimya daya beli ditengah masyarakat, karena mayoritas masyarakat Sumut adalah buruh, selain itu masih banyak buruh yang hidupnya menyewa rumah (ngontrak) karena upahnya tidak mampu membeli rumah untuk buruh dan keluarganya, bahkan untuk biaya hidup dan sekolah anak anak masih banyak buruh yang menghutang.

BACA JUGA..  Pemkab Taput Dukung Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Masyarakat Ingat "TIR"

” Buruh itu gali lobang tutup lobang, hutang sana sini tuk hidup, beli rumah gak sanggup, maka pemerintah provinsi harusnya peka, berikan program perumahan rakyat sesuai janji pak Prabowo melalui Gubsu untuk Buruh, agar buruh tidak pusing memikirkan biaya kontrakan lagi, Gubsu harus peka terhadap ini,” tegas Willy.

Willy berharap, aspirasi buruh ini dapat direspon baik oleh Boby Nasution, pihaknya berjanji mendukung penuh Boby jika dalam kebijakannya dapat mengangkat kesejahteraan buruh di Sumut.( Wan)

EDITOR: Rahmad