POSMETRO MEDAN – Dato’ H. Khuzamri Amar, S.E., Mufti Kerajaan Negeri Padang Kota Tebing Tinggi yang juga merupakan zuriyat Kesultanan Kota Pinang, melakukan kunjungan sekaligus ziarah ke makam Puti Linduang Bulan yang terletak di Nagari Batu Basa, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, baru-baru ini.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut antara lain Ketua DPD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi, H. Jufri Hidayat, M.I.Kom., dan tokoh masyarakat yang dikenal dengan sebutan Mak Itam. Kunjungan ini difasilitasi oleh Zaherman dan rekan-rekannya, yang merupakan warga setempat yang peduli terhadap pelestarian budaya dan nilai-nilai adat Minangkabau.
Makam Puti Linduang Bulan dikenal sebagai salah satu situs bersejarah yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang putri berdarah bangsawan dari abad ke-13. Menurut cerita yang dituturkan secara turun-temurun oleh masyarakat adat, Puti Linduang Bulan merupakan sosok perempuan yang pernah memimpin wilayah Pagaruyung, suatu hal yang jarang terjadi dalam sejarah Minangkabau yang umumnya dipimpin oleh kaum lelaki.
Menariknya, makam tersebut tidak berbentuk seperti makam pada umumnya, melainkan menyerupai gundukan bukit kecil. Berdasarkan cerita lisan, Puti Linduang Bulan dikuburkan dalam posisi berdiri di atas dulang emas, lengkap dengan mahkota emasnya. Hal tersebut konon dilakukan karena kondisi pada saat itu tidak memungkinkan beliau dimakamkan secara berbaring. Hingga kini, tak satu pun upaya untuk menggali atau memindahkan makam tersebut berhasil, karena selalu ada hal-hal gaib yang dipercaya menghalangi niat tersebut.
Di lokasi lain yang masih berkaitan, tepatnya di kawasan Batu Sanka dan 12 Koto Sungai Geringging, juga ditemukan situs Istana Linduang Bulan dan beberapa peninggalan yang diyakini terkait dengan sosok sang putri. Situs-situs ini memperkuat narasi sejarah dan kekayaan budaya Ranah Minang, khususnya di wilayah Rantau Piaman.
Kehadiran Dato’ Khuzamri Amar disambut hangat oleh Ketua Kerapatan Nagari (KN) Batu Basa beserta para tokoh adat setempat. “Kedatangan Mufti Kerajaan Padang ini bukan hanya sebuah kehormatan bagi kami, tetapi juga memberikan sentuhan spiritual serta semangat baru bagi masyarakat dan pemerintahan nagari,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Masyarakat dan para pemangku adat berharap agar pemerintah daerah, mulai dari tingkat wali nagari hingga bupati, dapat lebih serius memperhatikan dan melestarikan situs-situs budaya ini. Sebab, keberadaan situs bersejarah seperti makam Puti Linduang Bulan merupakan bagian penting dari identitas dan warisan budaya Minangkabau yang perlu dijaga demi generasi mendatang.
Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menggugah kesadaran kolektif dalam menjaga kekayaan sejarah dan budaya di Ranah Minang.(edo)
EDITOR : Rahmad












