Jadi Biang Pencemaran, Pabrik Kelapa Sawit PT GEP Endapkan Limbah ke Dalam Tanah

oleh
Area pembuangan limbah kelapa sawit.

POSMETRO MEDAN – Warga Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mengeluh sering batuk dan rumah selalu kotor.

Itu karena asap pabrik dan debu bekas produksi pabrik kelapa sawit milik PT Garuda Emas Perkasa (GEP).

Pabrik tersebut berdiri sejak 2010 yang Kapasitas produksi 45 ton per jam.

BACA JUGA..  Purwaningrum Pimpin PKB Deli Serdang Periode 2026-2031

“Abu dari cerobong pabrik kelapa sawit tersebut langsung ke rumah warga, jadi sangat mengganggu kesehatan,” kata warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (1/7/2025).

Sesuai standart operasional prosedur, harusnya pabrik pengolahan kelapa sawit memiliki kolam ikan.

“Tapi pabrik ini (PT Garuda Emas Perkasa) tidak ada (kolam ikan), bahkan limbahnya diserapkan ke tanah sehingga merusak air tanah,” keluh warga.

BACA JUGA..  Dua Rumah Warga Galang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Baru baru ini, ada warga sekitar yang memprotes kepada pabrik sawit tersebut.

“Protes warga beberapa hari lalu terkait limbah dsn asapnya,” ungkapnya.

LangkatTerkini.com (grup POSMETRO MEDAN) coba mengkonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Langkat Harmain soal keluhan warga tersebut.

Harmain bilang secepatnya menindaklanjuti keluhan warga tersebut

“Kami tindaklanjuti segera,” kata Harmain.

BACA JUGA..  Pemkab Taput Dukung Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Masyarakat Ingat "TIR"

Direktur PT Garuda Emas Perkasa, Adi Yohanes Halim tak berkomentar banyak soal temuan ini.

Tapi saat disinggung pabrik miliknya tidak punya ijin, Adi membantah.

“Oh nggak mungkin lah, silahkan saja dicek,” singkatnya sambil langsung menutup sambungan selular POSMETRO MEDAN, beberapa hari lalu.

EDITOR : Rahmad