Gelar Reses di Medan Tuntungan, Eko Afrianta Soroti Banjir hingga UMKM

oleh
Anggota DPRD Kota Medan Eko Afrianta Sitepu saat menggelar reses III masa sidang III tahun 2025 di Jalan Cengkeh 12 dan Gg Sejuk, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

POSMETRO MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Hanura-PKB, Eko Afrianta Sitepu, kembali turun ke daerah pemilihan dalam kegiatan reses III masa sidang III tahun 2025.

Kali ini Kegiatan berlangsung di Jalan Cengkeh 12 dan Gg Sejuk Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan dan dihadiri puluhan warga yang antusias menyampaikan aspirasi langsung.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga menyuarakan sejumlah permasalahan krusial yang mereka hadapi sehari-hari, antara lain persoalan banjir yang kerap melanda kawasan pemukiman, kurangnya dukungan terhadap pelaku UMKM, serta jalan lingkungan yang rusak dan belum mendapat perhatian dari pemerintah kota.

Seorang warga bernama Rosa Kembaren menyampaikan keluhan terkait kondisi Jalan Cengkeh yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Menurut Rosa, dirinya sempat melintas di jalan tersebut kemarin dan menemukan banyak bagian jalan yang rusak, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA..  Koordinator PWPM dan Diskominfo Medan Perkuat Sinergi, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Wartawan

“Kemarin saya lewat Jalan Cengkeh, banyak yang rusak. Mohon dibantu untuk solusinya,” ujarnya.

Ema Suci Ramadhani, warga Jalan Cengkeh 5, menyampaikan aspirasinya terkait distribusi bantuan sosial dari pemerintah. Ia mengaku bahwa di lingkungan tempat tinggalnya, tidak ada satu pun warga yang menerima bantuan dalam bentuk apapun.
“Saya ingin menanyakan soal bantuan. Di lingkungan kami tidak ada yang menerima bantuan apapun dari pemerintah,” ujar Ema.

Anggota DPRD Kota Medan Eko Afrianta Sitepu memberikan bingkisan usai menggelar reses III masa sidang III tahun 2025.

Selain itu, Ema juga mempertanyakan prosedur pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta informasi mengenai bantuan untuk anak yatim, khususnya dari usia berapa bantuan tersebut dapat mulai diterima.

Supratni, warga Jalan Cengkeh 9, mengeluhkan kondisi saluran drainase di lingkungannya yang tidak berfungsi dengan baik. Menurutnya, setiap kali turun hujan, meskipun hanya sebentar, air dari selokan langsung meluap dan masuk ke dalam rumah warga.
“Hujan sedikit saja, air sudah masuk ke rumah dari arah selokan. Mohon solusinya,” ujar Supratni.

BACA JUGA..  Polres Binjai Tangkap Pria Pembawa 202 Gram Sabu

Ia berharap pemerintah setempat dapat segera meninjau dan menangani masalah tersebut agar warga terhindar dari kerugian dan gangguan akibat banjir yang kerap terjadi.

Ibu Bibi, warga Jalan Cengkeh 4, menyampaikan pertanyaan terkait akses bantuan pemerintah untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta fasilitas BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Saya ingin tahu bagaimana caranya mendapatkan bantuan UMKM, dan bagaimana cara mengurus BPJS gratis dari pemerintah,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari komunitas ojek online (ojol) yang mengeluhkan kemacetan parah di kawasan Simpang Selayang.

“Sejak bus-bus masuk ke Simpang Selayang, lalu lintas jadi makin padat dan macet. Kami berharap ada solusi, seperti pengalihan rute bus atau pembangunan underpass,” ungkap salah satu perwakilan ojol.

Keluhan tersebut mencerminkan kebutuhan warga akan informasi yang jelas dan akses yang terbuka terhadap program-program bantuan sosial dan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Masyarakat berharap adanya sosialisasi dan pendampingan agar mereka tidak tertinggal dalam mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara.

BACA JUGA..  Pengedar Sabu 'Gol' Barang Bukti Ditemukan

Menanggapi keluhan tersebut, Eko Afrianta Sitepu menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi warga ke dalam pembahasan di tingkat legislatif.

“Seluruh aspirasi masyarakat akan saya bawa ke rapat komisi dan forum pembahasan DPRD Medan. Saya juga akan mendorong agar Pemko Medan memberikan perhatian serius, khususnya pada infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi warga,” ujar Eko dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mengatasi persoalan di tengah masyarakat.

Reses ini menjadi sarana penting bagi wakil rakyat untuk menyerap kebutuhan konstituennya secara langsung, sekaligus mempererat komunikasi antara masyarakat dan lembaga. (*)

Editor: Ali Amrizal