Pengelolaan  Dana BOS Tidak Transparan, LIRA Desak Polres Agara Lidik Kepsek SD Swasta Santo Yosep Lawe Desky1

oleh

POSMETRO MEDAN – Sekolah Dasar (SD) Swasta Santo Yosep Lawe Desky yang berlokasi di kecamatan Babul Makmur

Kabupaten Aceh Tenggara (Agara),mendapat dana bantuan Operasional sekolah (BOS) tahun 2024 kurang lebih mencapai Rp 470.000.000 diduga dalam pengelolaan tidak transparan.

Hal itu disampaikan Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Agara, M Saleh Selian kepada Posmetromedan Jumat (13/6).

Sesuai peruntukannya, Dana BOS dapat dipergunakan untuk berbagai hal seperti membiayai berbagai kebutuhan sekolah seperti pembelian buku-buku pelajaran, pembayaran gaji guru, biaya operasional serta biaya kegiatan ekstrakurikuler.

BACA JUGA..  Dua Tersangka Pembobol Rumah Sewa Milik ASN Ditangkap

Meski begitu, penggunaan dana BOS harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dan penggunaan dana BOS harus diinformasikan secara transparan dan akuntabel.

Sumber dana BOS diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dengan besaran dana BOS yang berbeda tergantung jenis dan jenjang pendidikan.

Yang namanya sekolah mendapat bantuan dari pemerintah wajib di pertanyakan dana BOS di gunakan buat apa saja harus transparan dan tepat sasaran apa lagi ini SD swasta pasti siswa di kenakan uang SPP setiap bulannya.

BACA JUGA..  Pengedar & Tukang 'Pompa' Kompak Digrebek 

Ketidak-transparan selaku Kepala sekolah dalam penggunaan dana BOS tahun 2024, LIRA Agara menduga telah terjadi indikasi penyelewengan.

Atas dugaan awal yang mengarah dapat merugikan negara, LIRA mendesak polres agara melalui kanit Tipikor untuk segera melakukan penyidikan atau mengaudit dana BOS SD Swasta Santo Yosep Lawe Desky.

Bila nanti dalam penyidikan terdapat penyalahgunaan dana BOS tersebut proses secara hukum yang berlaku,”sebut saleh.

BACA JUGA..  Dewan Apresiasi MTQ ke-59 tingkat Kota Medan 

Posmetromedan mencoba meminta tanggapan Kepsek SD Swasta santo Yosep Lawe Desky jumat (13/6)  vivin Melina matondang, langsung saja ke dinas Dikbud biar mendapat data yang jelas,”ujar vivin.(Zal)

 

 

EDITOR : Rahmad