POSMETRO MEDAN – Ketua Fraksi Nasdem DPRD deli serdang Bongotan Siburian mengingatkan Bupati Deliserdang dr. H. Asri Ludin Tambunan agar tak terlalu sibuk membuat “konten pencitraan” dan lebih fokus pada tugas pokok sebagai orang nomor satu di Kabupaten Deliserdang.
“Kenapa kita ingatkan?. Karena kita sayang dengan Bupati Deliserdang saudara Asri Ludin Tambunan. Sebab hari ini Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Ranwal RPJMD) tahun 2025-2029 tidak menemukan kesepakatan pembahasan,” kata Bongotan. Kamis 22/5/2025.
Bongotan Suburian menyebut, dengan tidak terjadinya kesepakatan tersebut, maka secara otomatis prosesnya dilimpahkan ke Provinsi. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI nomor 86 tahun 2017 pada pasal 49 ayat (7) bahwa dalam hal sampai batas waktu, paling lambat 10 (sepuluh) hari sejak diterima oleh Ketua DPRD, atau paling lama tanggal 9 Mei 2025, tidak tercapai kesepakatan maka Kepala Daerah dapat melanjutkan tahapan penyusunan berikutnya yaitu konsultasi Ranwal RPJMD ke Provinsi melalui Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Ini kami melihat karena buruknya komunikasi Bupati terhadap legislatif sehingga tidak terjadi kesepakatan. Jangankan kesepakatan, untuk melakukan pembahasan bersama antara Pemkab dan DPRD saja tidak terjadi. Selain itu saudara Bupati lagi sibuk “konten pencitraan”,” ungkapnya.
Menurut Bongotan, gaya kepemimpinan Asri Ludin Tambunan berbeda dengan era awal kemerdekaan, orde baru hingga reformasi. Bahkan dalam 20 tahun terkahir mulai Penjabat (Pj) Bupati Deliserdang, Ir Wiriya Alrahman MM, Bupati Drs HM. Ali Yusuf Siregar, Bupati H. Ashari Tambunan yang merupakan paman Asri Ludin Tambunan, bahkan ayahnya Drs. H. Amri Tambunan.
“Jadi gaya saudara Asri Ludin Tambunan yang sibuk membuat konten di media sosial, tidaklah efektif. Justru hanya terkesan pencitraan untuk dirinya sendiri,” katanya.
Bongotan pun mengajak Asri Ludin Tambunan untuk merubah gaya kepemimpinan, terlebih dalam hal untuk mengevaluasi kinerja pejabat dilingkungan Pemkab Deliserdang, untuk tidak dipublikasikan lewat Medsosnya.
Dimana terbaru Asri Ludin Tambunan mencopot jabatan Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kurnia Boloni Sinaga. Setelahnya, Asri Ludin Tambunan memimpin apel di Dinas tersebut lewat konten vidionya dia menyampaikan penyebab dicopotnya Baloni.
“Untuk apa dipublish kesalahan pejabat tersebut, pemeriksaan internalkan ada, jabatan juga sudah dicopot. Jangan kita karena ingin dilihat tegas, lalu kita sewenang-wenang menyampaikan ke medsos dengan mempostingnya. Itukan menjadi rekam jejak digital, kita sebagai pemimpin harus juga memikirkan masa depan anak dan istri yang bersangkutan,” ungkapnya.
Sementara Ketua Bapemperda Dr.Misnan Aljawi,SH.MH mengatakan bahwa sampai Hari ini Bapemperda belum menerima hasil bamus untuk pembahasan Ranwal RPJMD.
” Dari awal surat masuk tanggal 24 April dari Bupati itu langsung saya disposisikan dan minta untuk di jadwal kan di rapim serta di bamuskan. Namun sampai hari ini Bapemperda belum menerima hasil bamus. artinya saya sebagai ketua bapemperda dan seluruh anggota bapemperda siap untuk membahas ranwal RPJMD kalau itu perintah dari pimpinan dan perintah hasil bamus,” ujar Misnan.
Ketika ditanya apa kah harus di bamuskan dulu..Misnan Aljawi mengatakan, wajib karena itu agenda penting yang dibahas bersama Bupati dan berita acaranya di tanda tangani bersama antara Pimpinan DPRD dan Bupati deli serdang.
” Karena ketika akan membahas Ranwal RPJMD itu kan DPRD harus mengundang Bupati dan itu surat resmi dari DPRD dan itu harus di agendakan dalam bamus terlebih dahulu tidak bisa tidak di bamus kan,” terang Misnan.
Ketika di singgung apakah ada kaitan dengan ketidak harmormonisan antara DPRD dan Pemkab .Misnan Tegas menjawab Tidak ada kaitannya sama sekali..
“Kami sebagai legeslatif harus tetap menjalankan tugas kami namun tugas yang kami jalan kan harus sesuai dengan mekanisme dan aturan tidak bisa kami suka suka melanggar aturan. Saya tidak tau kenapa sampai sekarang belum di bamuskan. Padahal anggota bamus itu rata rata pendukung setia bupati heran juga saya kenapa pendukung setia nya tidak juga mau membamuskan,” ucap Misnan.
Terkait ada isu karena tidak ada satu pun hasil raker DPRD yang di akomodir bupati Misnan mengatakan Wallahu A’lam Miswab
Hanya Allah lah yang tau dan kita tidak boleh berandai andai mesti selalu berbaik sangka saja,
termasuk saya ini kan orang yang selalu di busuk busuk kan di depan bupati ya terserah saja sama mereka yang selalu membusuk busukkan saya.. Allah itu tidak tidur.. Allah tau semua nya pasti allah bukakan mana yang hak dan mana yang bathil, pungkas Misnan Aljawi.( Wan)
EDITOR: Rahmad












