POSMETRO MEDAN – Jelang tamat, para siswa semester akhir Sekolah Menengah Atas ( SMA) Negeri di Kabupaten Deli Serdang mulai diperas pihak sekolah. Para siswa kerap dijadikan ajang bisnis pihak Sekolah baik dari uang perpisahan piknik, cendramata, hingga harus melunasi uang sekolah sampai tiga bulan kedepan.
Salah satunya SMA Negeri I Tanjung Morawa, diduga melakukan kutipan uang perpisahan sebesar Rp 530.000,’ persiswa. Meliputi uang baju sebesarc130 ribu dan Rp 400 ribu ung perpisahan.
” Ini dikutip oleh pihak sekolah,” ucap Yudi salah seorang siswa Senin, 21/4/2025.
Yudi mengatakan itu memberatkan karena akan menjadi beban orang tuanya, tapi ia juga tak kuasa menolak karena takut pihak sekolah akan memberikan sangsi padanya bisa berupa penekanan nilai maupun ijazah bisa ditahan pihak sekolah.
Pihak Sekolah SMAN Tanjung Morawa tak menampik kutipan uang tersebut namun membantah kalau jumlahnya Rp 550.000 melainkan Rp 250.000 persiswa.
” Tidak ada Rp 550 ribu tapi Rp 250 ribu,” ujar pihak Sekolah SMAN Tanjung Morawa pada wartawan.
Hal sama juga disebut sejumlah orang tua siswa SMAN 1 Lubuk Pakam juga banyak mengeluhkan kebijakan pihak sekolah setiap menjelang tamat, selain uang perpisahan, uag sekolah yang harus dilunasi tiga bulan meski tak dilalui proses belajar mengajar lagi.
” Ngeri sekali sekarang bisnis sekolah sekolah SMA Negeri di Deli Serdang duit duit terus, padahal sekolah pemerintah gaji guru sudah tinggi, dana BOS ada sampai milyaran tapi ada saja cara pihak sekolah maupun oknum guru untuk narik uang masuk dari siswa. Entah gimana moral oknum guru sekarang ini mencari uang masuk di sekolah manfaatkan siswa,” ujar orang tua siswa.
Terkait masih maraknya bisnis pihak sekolah SMA Negeri di Deli Serdang yang menjadikan siswa objek bisnis harus disikapi tegas Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution dengan menindak sekolah sekolah Negeri yang membebani para siswa.
” Modus sekolah itu biasanya selalu mengatasnamakan kebijakan Komite sekolah, padahal sudah di rencanakan skenarionya, naikkan uang sekolah alasan tambah Extra kurikuler, tambah jam belajar, les tambahan, beli ini itu, perpisahan, studi tour. Banyak alasan jadikan bisnis mendapatkan uang masuk,” ungkap Panda Siregar Pemerhati Pendidikan Sumut. ( Wan)
EDITOR : Rahmad











