POSMETRO MEDAN – Herman Hatimbulan Harahap, pria berusia 39 tahun asal Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, berhasil membuktikan bahwa bertani tidak sekadar pekerjaan, tetapi dapat menjadi bisnis yang menggiurkan.
Melalui program Petani Aktor Milenial Tapanuli Selatan, Herman menjelma menjadi seorang pebisnis sukses, mengubah stigma bahwa petani hanya identik dengan kehidupan sederhana nan monoton.
Dibesarkan dari keluarga petani, Herman sejak kecil sudah sangat akrab dengan dunia pertanian. Menurutnya, bertani bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga menjadi hobi untuk menyalurkan berbagai ide yang dimilikinya.
“Saya merasa dengan bertani ini ide-ide saya di bidang pertanian dapat tersalurkan,” katanya.
Minatnya yang besar pada budidaya tanaman membuatnya tertarik untuk mengembangkan usaha pembibitan. Berawal hanya dari beberapa bibit yang diberikan oleh temannya, saat ini Herman berhasil membangun bisnis pembibitan miliknya sendiri di lahan seluas 1 hektar.
“Ceritanya berawal dari pemberian bibit gratis dari teman. Karena merasa nggak enak hati dan ingin membayarnya, saya coba jual bibit itu. Alhamdulillah, ternyata banyak yang minat. Dari situ, saya mulai serius bisnis pembibitan,” tuturnya.
Perjalanan Herman menekuni sektor pertanian tidak selalu berjalan mulus. Dalam satu masa saat menanam cabai, ia pernah mengalami kegagalan yang cukup besar hingga kehilangan uang puluhan juta rupiah.
“Ada saja kegagalan terjadi. Saya pernah mengalami gagal panen cabai hingga habis uang sampai 50 jutaan,” ujarnya.
Bukan Herman namanya jika langsung menyerah. Kegagalan tersebut dijadikan Herman sebagai pembelajaran berharga yang membuatnya semakin gigih dan terus belajar serta selalu mencari tempat untuk belajar.
Pada pertengahan 2023, Herman memperoleh informasi mengenai program Petani Aktor Milenial Tapanuli Selatan yang digagas PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, yang berada di Batang Toru. Tanpa menunggu lama, ia langsung mengikuti program tersebut untuk meningkatkan kemampuannya dalam sektor pertanian. Tak disangka, ia menyabet juara satu Petani Aktor Milenial Tapanuli Selatan.
“Tahun 2023 saya dapat info tentang program Petani Aktor Milenial Tapanuli Selatan ini. Waktu itu saya merasa mendapat anugerah dari Tuhan. Saya bersemangat sekali dan saya meyakini bahwa ini adalah kesempatan emas. Saat proses seleksi saya tidak berharap mendapat juara, yang penting saya dapat ilmunya. Ternyata, saya mendapat juara satu,” katanya.
Setelah menjadi petani binaan PTAR, Herman merasakan perubahan yang signifikan dalam mengelola pertanian. Ia mendapat banyak pelatihan dan dukungan, baik dari segi teknis maupun pemasaran. Kini usaha pembibitannya telah menyandang nama, yakni CV Agro Sipirok Hijau.
“Sebelumnya produk saya sering dipandang sebelah mata. Namun, berkat dukungan PTAR dalam hal legalitas dan branding, produk saya kini memiliki nilai tambah dan dipercaya oleh banyak orang. Ini membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, produk lokal bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Herman memiliki mimpi dan harapan besar untuk memajukan sektor pertanian di Tapanuli Selatan. Ia ingin menjadi contoh dan menginspirasi generasi muda lain untuk terjun ke dunia pertanian dan meyakinkan para generasi muda bahwa petani muda bisa menjadi pengusaha yang sukses.
“Dalam pertanian dari hulu sampai hilir sangat potensial. Saya merasa bahwa kami para petani aktor milenial Tapsel harus sukses dan menjadi percontohan bagi orang banyak,” ujar Herman.
Ia yakin bahwa dengan semangat yang tinggi, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak, siapapun bisa meraih kesuksesan dalam bidang apapun, termasuk pertanian.
“Dulu Bung Karno bilang petani itu penyangga tatanan negara Indonesia, kalau sekarang saya merasa bahwa petani itu adalah pebisnis tangguh Indonesia,”katanya.(sah)
EDITOR : Rahmad












