POSMETRO MEDAN – Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Komunikasi danInformatika, di bawah kepemimpinan Frans Leonardo Surbakti, S.STP, meluncurkan proyek perubahan inovatif bernama Super Apps SADA SAPO (Satu Data Satu Platform).
Proyek tersebut merupakan langkah konkret dalam rangka mendigitalisasi seluruh layanan administrasi pemerintahan, dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi, transparansi, dan efektivitas pelayanan publik di Kabupaten Karo.
Proyek perubahan dimaksud merupakan bagian dari upaya transformasi digital yang menyeluruh,
yang akan berlangsung hingga tahun 2026, sebagai implementasi dari Peraturan Bupati Karo No. 32 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE).
Latar Belakang Proyek
Dari berbagai aplikasi di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karo
berjalan secara terpisah tanpa adanya integrasi, sehingga terjadi duplikasi data, inefisiensi,dan hambatan dalam pengambilan keputusan berbasis data. Melalui SADA SAPO.
Pemerintah Kabupaten Karo berupaya mengintegrasikan semua aplikasi di OPD ke dalam satu platform
digital terpusat, memungkinkan akses data yang lebih mudah, akurat, dan real-time bagi seluruh unit kerja serta masyarakat. Frans Leonardo Surbakti, Kepala Dinas Kominfo Karo, menegaskan, “Dengan adanya SADA
SAPO, kita akan menghapus silo data di masing-masing OPD dan mengintegrasikan semua sistem menjadi satu platform.
“Langkah ini tidak hanya mempercepat proses layanan publik,
tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan keamanan data di Kabupaten Karo.” Ujar kadis Kominfo Kabupaten Karo
Tujuan dan Manfaat Proyek
Proyek SADA SAPO bertujuan untuk:
1. Mengintegrasikan semua aplikasi di OPD Kabupaten Karo ke dalam satu platform
terpusat.
2. Mengurangi dan menghilangkan duplikasi data, meningkatkan efisiensi pengelolaan
informasi.
3. Memperkuat keamanan data melalui standar keamanan yang tinggi.
4. Meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih
baik.
5. Menyediakan data yang akurat dan real-time untuk mendukung program pembangunan
daerah.
“Melalui integrasi ini, pemerintah Kabupaten Karo juga akan mampu mengurangi biaya
operasional dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Pengembangan ini akanmencakup penggunaan teknologi terbaru berbasis cloud, API, IoT, dan kecerdasan buatan (AI), Sejalan dengan visi menjadikan Karo sebagai Smart City pada tahun 2026.Tahapan Implementasi
Proyek ini terbagi dalam beberapa fase, yang meliputi Jangka Pendek (2024-2025): Audit aplikasi yang ada dan penyusunan Peraturan Bupati
tentang Super Apps,”katanya
Lebih lanjut di sampaikannya Jangka Menengah (2025): Implementasi integrasi aplikasi ke dalam SADA SAPO dan penerapan regulasi terkait.
Jangka Panjang (2026): Peluncuran penuh Super Apps SADA SAPO dan pengembangan lebih lanjut untuk integrasi IoT dan AI, yang mendukung Smart City Kabupaten Karo.
Dukungan Stakeholder.
“Proyek ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal,
termasuk Bupati Karo, OPD di lingkungan Kabupaten Karo, Badan Siber dan Sandi Negara(BSSN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.Kami berharap proyek ini menjadi katalis perubahan besar dalam sistem pemerintahan
berbasis digital di Kabupaten Karo. Dengan dukungan penuh dari seluruh pihak terkait, SADA
SAPO akan menjadi solusi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,
efisien, dan transparan,” tambah Frans Leonardo.
(Mrk)
EDITOR : Rahmad












