POSMETRO MEDAN : Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Lawe Sigala-gala yang berada di Desa Lawe Pekhidinan, kecamatan Lawe Sigala-gala kabupaten Aceh tenggara jadi sorotan.
Pasalnya, Kepsek nya diduga menyewakan buku paket yang ada di perpustakaan sekolah, kepada para siswa. Padahal buku paket tersebut sudah dibiayai dari dana bantuan operasional sekolah atau uang (BOS).
Salah seorang orang tua siswa yang enggan menyebutkan nama nya kepada posmetromedan Senin (9/9/2024) menjelaskan,bahwa anak mereka harus membayar uang sewa buku paket tersebut.
Sewa buku dari perpustakaan sekolah itu dipatok sebesar Rp 2500 dan kami selaku orang tua siswa harus mengeluarkan uang sebesar Rp 22500 untuk sembilan buku yang dipinjam.
“Waktu anak kami mau ngambil buku di perpustakaan malah ditagih uang. Katanya kan gratis, tapi kok dimintain uang sewa. Kami selaku orang tua heran kenapa harus bayar sedangkan buku pelajaran yang ada di sekolahkan sudah di tanggung semua nya dari dana BOS.
Sedangkan peraturan dari pemerintah melarang sekolah untuk melakukan pengutan apapun dari siswa karena buku pelajaran yang ada di perpustakaan dibeli dari dana BOS makanya siswa di berikan buku paket gratis tampa harus mengeluarkan biaya apapun,”sebut orang tua siswa dengan nada kesal.
Ditempat terpisah Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) kabupaten Aceh tenggara M Saleh selian mengutuk keras atas dugaan yang dilakukan oleh pihak SMAN 1 Lawe Sigala-gala atas terjadinya penyewaan buku paket yang ada di perpustakaan untuk siswa.
Sedangkan buku yang ada di perpustakaan itu adalah gratis karena buku itu dibiayai dari dana BOS.
hal seperti ini tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan peraturan Tetap saja itu namanya pungutan liar (Pungli) Mau besar atau kecil. Itu kan tidak ada dalam peraturannya. Pihak sekolah seharusnya lebih tahu. Jangan memanfaatkan keadaan,”sebut Saleh kepada posmetromedan Senin (9/9/2024).
kata Saleh, satu siswa mendapat sembilan buku paket satu buku di duga yang harus dibayar siswa Rp. 2500 kali sembilan buku RP 22500 yang harus di bayar oleh siswa.
pihak sekolah tidak dibenarkan melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk untuk perawatan atau yang lainnya.
Kita mintak polres agara melalui kanit Tipikor untuk segera melakukan penyidikan atas pungutan liar ini yang diduga dilakukan oleh pihak SMAN 1 Lawe Sigala-gala tidak bisa dibiarkan bila nantik ada temuan proses secara hukum yang berlaku, “harap Saleh.
Posmetromedan melakukan konfirmasi Senin (9/9/2024) Melalui WhatsApp kepada kepsek SMAN 1 Lawe Sigala-gala Yusman effendi mempertanyakan atas dugaan yang terjadi di sekolahnya penyewaan buku paket yang ada di perpustakaan kepada siswa apa betul.
Sampai berita ini ditayangkan tidak ada jawaban apapun dari kepsek SMAN 1 Lawe sigala-gala Yuslan effendi.
REPORTER : Safrizal
EDITOR : Rahmad












