PERUMAHAN WEB

SMPN 3 Babalan Langkat Wajibkan Seluruh Siswa Bayar Biaya Kelulusan Kelas IX

oleh
Kepala Sekolah SMPN 3 Babalan, H. Nuel.(istimewa/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Ratusan siswa dan siswi SMPN 3 Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, keberatan dan tidak terima kutipan wajib pihak sekolah untuk biaya kelulusan kelas IX. Untuk kelas VII dan VIII diwajibkan Rp.20.000 sementara kelas IX Rp.40.000 tiap siswa.

Keberatan itu disampaikan para orangtua atau wali murid kepada wartawan Posmetromedan.com kemarin, Selasa (28/5/2024). Menurut orang tua siswa, kutipan wajib itu disampaikan anak-anak mereka atas perintah pihak sekolah melalui guru.

“Kami tidak terima diwajibkan membayar 20 ribu untuk acara lulusan anak kelas 3 (kelas IX), karna anak kami masih kelas VII dan VIII. Kalau kelas IX dikutip ya itu sah aja karna untuk acara mereka. Tapi kami gak bisa menolak karna kata anak kami itu wajib dibayar,” keluh orang tua siswa.

BACA JUGA..  Maling Ternak Dibal-bal Massa, Motornya Dibakar

Diketahui, jumlah kelas VII sebanyak 4 dan kelas VIII 4. Dan, setiap kelas ada 29 anak didik. “Kalau dikalikan 29 x 8 kelas x 20 ribu sudah berapa itu diterima pihak sekolah. Lagian kan ada dana bos yang bisa dipergunakan untuk menambah biaya perpisahan yang dikutip dari anak kelas IX,” beber salah satu wali murid kelas VII.

Keluhan dan keberatan orang tua siswa juga dikuatkan aturan pemerintah yang melarang adanya kutipan di sekolah. Hal itu tertuang di pasal 181 huruf d PP No. 17 Tahun 2010 menegaskan, pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA..  Si Jago Merah Mengamuk, Rumah Milik Kadus Rata

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 3 Babalan H.Nuel ketika dikonfirmasi Posmetromedan.com membenarkan adanya kutipan tersebut.

“Dimana-mana begitunya karna tidak ada dana bos. Dari dahulu sebelum saya menjabat kasek seperti itu semua sekolah. Seluruh siswa sebanyak 352 pelajar sekolah disini, dan anak yatim tidak ada kami pungut,” ujarnya.

“Sebelumnya dirapatkan dahulu bulan acara perpisahan ini khususnya kelas 9. Jadi saya minta kepada anak yatim tolong jangan dikutip sehingga buat rencana sesederhana mungkin,” kilah H.Nuel kepada kepada Posmetromedan.com di ruang kerjanya, Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA..  Empat Anggota Gemot Diringkus, Sajam & Air Softgun Diamankan

Kebijakan pengutipan kepada seluruh siswa di SMPN 3 Babalan ini, akan dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat, karena Kepsek H.Nuel mengakui telah mengakui pengutipan dan telah melanggar pasal 181 huruf d PP No. 17 Tahun 2010 tentang larangan kutipan apapun di sekolah. (*)

Reporter: Joko Purnomo
Editor: Maranatha Tobing