PERUMAHAN WEB

Mesti Ngotot, Nasabah Bank Sumut Stabat Ini Baru Dapatkan Haknya

oleh
Suasana pelayanan nasabah di kantor Bank Sumut Cabang Stabat, Senin (6/5/24) di Jl KH Zainul Arifin No 58, Kwala Bingai, Stabat, Langkat, Sumut. (Posmetro)

POSMETROMEDAN.com- Pelayanan Bank Sumut Cabang (Cab) Stabat dinilai semeraut dan amburadul hingga rugikan nasabah.

Riyan salah seorang nasabah Bank Sumut Cab Stabat dipaksa pulang di hari kedua mengikuti antrian. Meski kesalahan yang jadi alasan petugas bukan lah kesalahan nasabah.

Mengetahui hal itu, Kepala Bank Cab Sumut Stabat, Samsul Bahri memohon maaf atas ketidaknyamanan atas pelayanan pihaknya.

Ia juga memastikan peristiwa itu menjadi pelajaran diinstasinya bekerja untuk ke depan dapat melayani nasabah dengan lebih baik lagi.

“ini menjadi pelajaran bagi kami untuk kedepan bisa melayani lebih baik lg,” tulisannya melalui pesan whatsapp, Senin (6/5/24).

Samsul Bahri juga mengaku berterima kasih atas informasi dan masukan yang diberikan dari nasabah.

“setelah saya kembali dari luar kota saya akan mendiskusikan/mencari solusi terkait hal ini dgn petugas/Pjbt dipelayanan frontliner utk lebih bijak dan arif dlm melayani nasabah dan kedepannya tdk terulang kembali,” ujarnya tergabung dalam chat WA tersebut.

BACA JUGA..  Tiga Rumah Terbakar di Karo, Sembiring Tewas

Berikut Kronologi Nasabah Dipaksa Pulang

Riyan mendatangi kantor Bank Sumut Cab Stabat di Jl KH Zainul Arifin No 58, Kwala Bingai, Stabat, Langkat, Sumut pada Jumat (3/5/24) sekitar pukul 10 pagi.

“Saya ke Bank Sumut Cab Stabat untuk mengurus masa berlaku Kartu ATM yang habis dan Buku Tabungan yang hilang,” ungkapnya, Selasa (7/5/24) di Stabat.

Lalu Riyan diarahkan Satpam, agar pulang dan kembali lagi pada Senin (6/5/24). Alasannya karena nomor antrian untuk CS (customer service) sudah habis, mencapai 90 nasabah.

“Pada Seninya, Satpam mengarahkan agar saya datang jam 6 pagi untuk terlebih dahulu mendaftar antrian CS. Lalu datang lagi pukul 07.45 WIB pagi, untuk mengambil nomor antrian CS,” sebutnya.

“Karena jika ditunggu sampai jam 9 pagi tidak di tempat (belum hadir) maka nomor antrian diberikan ke orang lain,” ungkap Riyan menceritakan arahan Satpam.

Setelah arahan itu dilakukan, Riyan mengisi nomor antrian sekitar pukul 6 lewat dengan mendapatkan nomor antrian 35 pada Senin (6/5/24).

BACA JUGA..  Masih Wajar & Dibawah Angka Nasional Harga Bahan Pokok di Langkat

Lalu datang kembali ke kantor Bank Sumut sekitar pukul 8 pagi untuk mengambil nomor antrian ke Satpam, dan menunggu giliran panggilan CS.

“Tetapi nomor antrian 35 tidak ada, karena nomor antrian saya dobel. Nomor 34 dan 35 ada dua (dobel). Saat itu saya lihat nomor antrian tercatat diatas 50 nasabah,” tuturnya.

Karena sudah di hari kedua mengantri dan mengikuti aturan berlaku, Riyan pun terus mencoba meminta nomor antriannya.

“Ada tiga kali saya konfirmasi soal nomor antrian saya ke Satpam, dan terakhir sudah pukul 9 lewat. Tapi jawaban Satpam masih sama. Satpam menyuruh saya untuk tenang menunggu,” ungkapnya.

“Kata Satpam, jika nomor 34 tidak hadir maka akan diberikan kepada saya. Dan jika nasabah 34 hadir, saya tetap aman,” sambung Riyan.

Namun setelah pukul 11.30 WIB, Riyan mengetahui antrian nasabah CS sudah sampai nomor 30 – 31.

BACA JUGA..  Polsek Bangun Razia Miras, Puluhan Botol Disita

“Saya pun kembali meminta nomor antrian ke Satpam. Ini sudah keempat kalinya,” cetusnya.

Namun jawab Satpam diluar dugaan. Satpam menegaskan kepada Riyan, nomor antriannya tidak ada, karena nasabah nomor antrian 34 hadir.

“Dengan gampangnya, saya diarahkan untuk pulang, dan kembali lagi pada Selasa dengan dijanjikan mendapat nomor antrian 1 atau 2,” kesal Riyan.

“Saya tidak mau, karena itu bukan kesalahan saya, dan penjelasan Satpam dari awal tidak sesuai (ingkar) dengan jawab akhir,” keluhnya lagi.

Setelah beradu argumentasi dan ngotot, akhirnya Riyan diberikan kesempatan untuk mengambil antrian tanpa miliki nomor, dijadwalkan menunggu giliran setelah nomor antrian 35 selesai di CS.

“Lelah menunggu berhari, sudah mengikuti prosedur, tapi harus berselisih (tegang otot) dan sampai saya menegaskan akan koordinasi ke pimpinan Bank Sumut terkait masalah itu, baru mendapatkan hak,” ungkap Riyan kesal.

“Dan akhirnya urusan saya kelar semuanya di hari itu,” sebutnya mengakhiri.(*)

Editor: Maranatha Tobing