Angka Stunting, Kemiskinan & Pengangguran di Langkat Perlu Ditekan

oleh
Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy pada rakor Pemkab Langkat, Rabu (21/2/24) di ruang pola Kantor Bupati Langkat. (Istimewa)

POSMETROMEDAN.com- Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy mengakui masih banyak PR (pekerjaan rumah) untuk Kabupaten Langkat, walaupun trendnya sudah membaik tetapi angkanya masih tinggi.

Perlu kerjasama semua pihak menekan angka stunting dan menurunkan kemiskinan juga menekan angka pengangguran.

“Kita harus bisa bekerja sama menekan angka stunting, menurunkan kemiskinan, menekan angka pengangguran,” sebut Faisal pada rakor Pemkab Langkat, Rabu (21/2/24) di ruang pola Kantor Bupati Langkat.

“Semua ikut berperan, kita main keroyokan dalam memperbaiki permasalahan tersebut,” cetusnya lagi.

Guna kemajuan pembangunan Langkat, Faisal pun mengintruksikan Kepala OPD dan Camat menciptakan satu inovasi yang harus di laporkan setiap dua bulan sekali.

BACA JUGA..  Petani dan Pensiunan di Tapsel Kompak Pilih Pemimpin yang Berintegritas

“Saya mau ada inovasi yang dilaporkan kepada kami, dua bulan harus ada 1 inovasi, baik membuat baru atau memperbaiki yang sudah ada,” ucapnya.

Menurutnya, jika inovasi dapat dibuat dari segi pelayanan, membuat inovasi baru agar lebih baik. Juga dari segi pendidikan, dari segi pertanian, kesehatan dan dari setiap kecamatan maka akan sangat luar biasa.

“Ini akan membuat nama Kabupaten Langkat menjadi lebih baik,” yakinnya.

BACA JUGA..  Intimidasi Wartawan, SEMMI & HMI Minta Kasi II BPN Langkat Dievaluasi

“Saya berharap dari program ini, nantinya akan menekan angka kemiskinan, akan menekan inflasi, akan mengurangi angka pengangguran maupun (memperbaiki) perekonomian masyarakat Kabupaten Langkat,” harapnya.

Sementara, Sekdakab Langkat Amril memaparkan kondisi Langkat pada rakor.

Dijelaskannya, total APBD Langkat 2024 senilai Rp1,94 triliun dari itu senilai Rp198 miliar sudah terealisasi atau 9,92%.

Sedangkan capaian pertumbuhan ekonomi 4,69 persen.

Langkat menurunkan angka kemiskinan dari 9,49% menjadi 9,23 %, artinya masih ada kurang lebih 100.000 masyarakat yang masuk kedalam kategori miskin.

BACA JUGA..  Pj Bupati Minta Ada Bangunan Musala di Semua Sekolah di Langkat

Juga berhasil menurunkan stunting dari 30,5% menjadi 18,60%.

“Kita terus melakukan upaya berkelanjutan untuk meminimalisir stunting di Kabupaten Langkat,” ucap Amril.

Sekda juga menyampaikan Langkat merupakan salah satu tuan rumah cabang olahraga Sambo pada PON 2024.

“Hari ini untuk lokasi di GOR Stabat, ada perintah untuk perbaikan baik sarana dan prasarana. Kita laksanakan sesegera mungkin karena di bulan 6 (Juni) sudah mulai ada kegiatan PON 2024,” sebutnya.(*)

Reporter: MA Santoso
Editor: Maranatha Tobing