POSMETROMEDAN.com-Ratusan warga Dusun ll, Pasar VII Tionghoa, Tandem Hilir l, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang resah! Pasalnya, barak narkoba dan perjudian bebas beroperasi di kawasan itu.
Menurut warga, barak narkoba dan perjudian ini berada di sekitar perladangan dan kebun sawit. Lokasi itu selama ini aman dan tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum.
Barak maksiat tersebut sudah ada sekitar 3 bulan lalu. Akibatnya banyak anak remaja sekitar lokasi itu menjadi kecanduan narkoba.
“Kami sebagai masyarakat memohon kepada Kapolres Binjai, untuk menggerebek barak narkoba dan lokasi perjudian ini,” ujar seorang warga yang tak ingin namanya dicantum karena alasan keamanan, Senin (9/10).
“Kami takut karena selama barak narkoba itu ada, di tempat kami sering terjadi pencurian, bahkan ada anak yang berani menampar orangtuanya,” sambungnya.
Parahnya lagi, selain barak narkoba dan lokasi perjudian, pihak pengelola di lokasi tersebut juga menerima pegadaian sepeda motor dan hanphone.
Warga sekitar tidak berani protes. Sebab mereka takut diintervensi oleh para preman yang dipekerjakan di lokasi tersebut.
Bahkan saat ini banyak sepeda motor warga sekitar yang digadaikan oleh anak-anaknya agar dapat menkomsumsi sabu sabu di tempat tersebut.
“Supaya usaha mereka aman, para pengelola barak itu mempekerjakan anak anak disini untuk bekerja di barak itu. Akibatnya remaja disini jadi kecanduan narkoba,” beber wanita berhijab tersebut.
Warga lainnya juga mengaku prihatin dengan adanya barak narkoba dan lokasi perjudian tersebut. Sebab menurut mereka, saat ini banyak masyarakat yang hidup pas pasan malah ikut-ikutan bermain judi dan menkonsumsi sabu-sabu.
“Kami minta kepada Kapolres Binjai agar segera memberantas tempat laknat itu. Lokasi itu merupakan tempat perusak dan penghancur bangsa,” timpal warga lain yang juga resah.
“Bayangkan saja, ada beberapa orang anak yang sanggup menampar ibunya akibat pengaruh narkoba dan judi,” sambungnya sembari meminta namanya tak disebut.
Sumber terpercaya wartawan yang lain menyebutkan, untuk masuk kedalam lokasi tersebut warga harus melalui 2 pos yang dibuat oleh pengelola barak.
“Kalau mau masuk pasti diawasi sama yang jaga. Apalagi yang masuk itu orang asing, biasanya pengelola barak itu memvideokan secara diam-diam,” urai warga sekitar, seraya menambahkan bahwa lokasi yang dimaksud setiap harinya selalu ramai didatangi para penikmat narkoba
Ibu-ibu rumah tangga di lokasi tersebut mengancam akan melakukan aksi unjukrasa bila aparat penegak hukum tidak segera menertibkan dan menutup barak narkoba serta lokasi perjudian tersebut.(*)
REPORTER: Tim EDITOR: Oki Budiman












