PERUMAHAN WEB

Tiga Bulan Kasus Penganiayaan Tak Jalan, Kasat Reskrim Melempem!

oleh

Posmetromedan.com – Segerombolan preman nekat melakukan penganiayaan seorang Manager hingga melakukan pengrusakan di KTV Zoom yang berada di Komplek CBD Polonia.

 Awal cerita, Sudirman warga Jalan Priuk selaku Manager Zoom sedang duduk didepan tempat penjagaan scurity KTV Zoom, Jumat (23/6) sekitar pukul 12.00 WIB.

 Saat itu korban (Sudirman) didatangi oleh sejumlah pria yang diduga preman.

 “Kan masih siang bang, kami (Zoom) belum beroperasional. Mereka datang ada sekitar 20 lelaki dan 1 wanita,” jelas Korban kepada Kru Posmetro Medan, Jumat (22/9) malam.

 Diantara para preman itu, korban tak satu pun mengenalnya. Namun korban mengenal satu wanita yang diduga sebagai pengarah preman tersebut yang bernama Yonglani Cs (YL)

BACA JUGA..  Minta Cerai, Pria di Dairi Hajar Istri

 “Si wanita ini saya kenal, tetapi puluhan preman yang dibawanya saya tidak kenal. Mereka ingin masuk, saya bilang mau ngapain, karena kita belum beroperasional.

 Tapi mereka tetap masuk, dan pada saat itu HandPhone saya yang berada di celana depan dirampas oleh YL, karena didesak dan saat itu saya berada di depan pintu masuk saya tau-tau langsung di pukul dari belakang. Hingga sekarang kepala saya ini merasakan pusing/pening ngechat pesan melalui WhatsApp saja saya tidak bisa,” ucap Korban.

 Mirisnya, segerombolan preman yang diduga suruhan oleh wanita berinisial YL ini bukan hanya memukul korban, tapi juga menganiayanya.

 “Habis dipukul dari belakang itu, saya diseret dan saya pun terduduk di tanah. Pas di tanah itu saya terus dianiaya mungkin hampir seluruh preman itu menganiaya saya. Jangan kan untuk melawan, saya menghindar saja tidak bisa, saya terus disitu dipukul,” ucap Sudirman.

BACA JUGA..  Kantor Camat Medan Area Dilalap si Jago Merah

 Puas menganiaya korban, gerombolan preman itu juga melakukan pengrusakan di dalam hingga bagian luar Zoom.

 “Habis saya dipukuli itu saya bangkit, mereka (para preman) saya lihat melakukan pengrusakan sampai soundsystem kita itu rusak. Bagian luar pun saya lihat mereka juga melakukan pengrusakan,” ujarnya.

 Atas tindakan brutal para preman itu, korban yang berusia 30 tahun ini telah membuat laporannya ke Polrestabes Medan.

 “Saya saya buat laporan. Harapnya semoga bisa lah ditangkap pelaku-pelaku yang telah menganiaya saya itu,” tutupnya.

BACA JUGA..  Belasan Remaja di Siantar Diamankan Hendak Tawuran

 Namun hingga 3 bulan kasus telah di laporkan, pihak Polrestabes Medan belum mengamankan seorang pun tersangka.

 Yonglani sendiri dikenal sakti. Pasalnya, hampir setahun menyandang status tersangka, Yonglani tak ditahan.

 Sebelumnya, Yonglani alias Yekong alias YL diadukan rekan bisnisnya Hendrik Gunawan ke Poldasu dengan nomor laporan LP /B/ 1395 /IX/ 2021 /SPKT / POLDASU lantaran diduga menggelapkan aset senilai Rp1,8 miliar.

Terkait kasus penipuan yang dilakukan YY terhadap Hendrik Gunawan, Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Hadi Wahyudi masih belum mau memberikan komentar nya.

Reporter : Oki Budiman
Editor : Oki Budimam