PERUMAHAN WEB

Kelapa Genjah Hijau, Potensi Perekonomian Masyarakat Labuhanbatu dan Sejarahny

oleh
Bupati Labuhanbatu, dr.H.Erik Adtrada Ritonga,MKM, menyambut hangat kehadiran Balai Besar Tanaman Palma Manado, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr.Ir.Ismail Maskromo,M.Si beserta tim di Rumah Bupati, Jalan Wr.Soepratman, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kamis (10/08/2023).

Posmetromedan.com – Kelapa Genjah Hijau, pertama kali keberadaannya dimunculkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu saat pelaksanaan MTQ pada tahun 2017 lalu, di Kecamatan Panai Hulu. Kehadiran Kelapa Genjah Hijau ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, dan mendapat respon yang positif dari berbagai lapisan masyarakat.

Sejak saat itu, Kelapa Genjah Hijau yang berasal dari Desa Meranti Paham dan Cinta Makmur, Kecamatan Panai Hulu ini kian eksis di kalangan masyarakat, kehadirannya pun semakin viral di berbagai media sosial, hingga banyak pesanan dari masyarakat untuk mengembangkan dan memunculkan Kelapa Genjah Hijau di berbagai event pameran pemerintah daerah.

Kelapa Genjah Hijau memiliki ciri rasa yang manis, batang pohon yang lebih pendek, jumlah buah pertandan diatas 10 buah, dan mencapai 12 sampai 15 tandan per tahunnya. Selain itu, kelapa ini juga memiliki ketebalan daging buah sekitar 1.1 hingga 1.3 cm. Kelapa Genjah Hijau memiliki kadar gula berkisar 5-6 brix. Bahkan, kelapa ini sudah dapat berbunga hanya dengan umur 18 bulan saja setelah penanaman pertama.

Dari berbagai macam keunggulan itulah, terlihat potensi meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Labuhanbatu melalui Kelapa Genjah Hijau Labuhanbatu di pasar-pasar seluruh Indonesia setelah mendapatkan hak patennya dan telah bersertifikasi, termasuk izin edar dan administrasi lainnya.

BACA JUGA..  Lineup Samsung Galaxy Z Foldable, Telkomsel Hadirkan Pre-Order Paket BundlingMAX

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu, Agus Salim Ritonga,S.P, mengungkapkan, saat pertemuan rapat pada pertengahan tahun 2018 yang lalu, potensi kelapa ini selanjutnya disampaikan ke Provinsi Sumatera Utara, dan mendapat perhatian oleh petugas dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan.

Kemudian, Pengawas Benih Tanaman (PBT) Perkebunan melakukan survei diakhir tahun 2018, dan diperoleh data awal potensi produksi, serta jumlah populasi Kelapa Genjah Hijau tersebut. Guna mengidentifikasi potensinya, dilakukan pengamatan secara langsung pada 27 Februari hingga 2 Maret 2019, oleh Balai Besar Tanaman Palma Manado, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr.Ir.Ismail Maskromo,M.Si.

Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama tim dari BBP2TP Medan, Kepala Bidang Dinas Perkebunan Sumatera Utara, dan Dinas Pertanian Labuhanbatu, serta hasil pengamatan morfologi, diperoleh kesimpulan bahwa tanaman kelapa yang berada di Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu merupakan jenis Genjah Hijau.

Agus Salim melihat, potensi perekonomian bagi masyarakat Labuhanbatu dari Kelapa Genjah Hijau ini cukup baik. Sebab, buah dari kelapa ini dalam 1 pohon mampu menghasilkan lebih dari 120 buah setiap tahunnya. Jika masyarakat menanam 2 pohon saja di halaman atau sekitaran rumah, menurutnya sudah tidak perlu lagi membeli santan, kelapa muda, dan bahkan dapat menjadi distributor jika memiliki lahan yang cukup, guna melengkapi kebutuhan pasar nantinya.

BACA JUGA..  Telkomsel Ventures Pimpin Pendanaan Startup Tictag

Sebelumnya, Bupati Labuhanbatu, dr.H.Erik Adtrada Ritonga,MKM, menyambut hangat kehadiran Balai Besar Tanaman Palma Manado, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr.Ir.Ismail Maskromo,M.Si beserta tim di Rumah Bupati, Jalan Wr.Soepratman, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kamis (10/08/2023).

Bupati mengatakan, keuntungan besar bila varietas ini telah dicapai, maka produk Kelapa Genjah Hijau yang merupakan asli Labuhanbatu dapat dikenal dan dimanfaatkan secara nasional. Keunggulan lainnya, Pemkab Labuhanbatu nantinya dapat mengajukan partisipasi ke Kementerian Pertanian guna membangun kebun induk di areal-areal milik pemerintah.

Sementara itu, Ismail Maskromo, menjelaskan, berawal dari informasi terkait adanya kelapa bagus dari Labuhanbatu saat mengikuti pertemuan, dan melakukan persentase bersama dinas terkait provinsi, dan daerah, diperkenalkan lah Kelapa Genjah Hijau tersebut. Pada tahun 2018 itu, pihaknya kemudian berkunjung ke Desa Meranti Paham dan Desa Cinta Makmur, Kecamatan Panai Hulu.

Setelah memakan waktu 5 tahun dalam penelitian dan riset, serta mengumpulkan data-data, selanjutnya kelapa ini akan diperkenalkan dan didaftarkan di kantor pusat Pendaftaran Varietas Tanaman Pertanian untuk mendapat pengakuan bahwa kelapa ini adalah kelapa asli Labuhanbatu. Menurutnya, Kelapa Genjah Hijau ini merupakan jenis kelapa yang luar biasa, karena memiliki banyak kelebihan.

BACA JUGA..  Utang Indonesia Naik jadi Rp 6.577,8 Triliun

Kelapa Genjah Hijau ini pertama kali berasal dari seorang petani bernama Sairun di Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu. Saat itu, Sairun membawa 3 benih kelapa dari rumah orang tuanya yang berada di Desa Sungai Sanggul, Kecamatan Panai Hilir pada tahun 1973 yang lalu, selanjutnya, Sairun menanam benih tersebut di pekarangan rumahnya, di Desa Meranti Paham.

Benih kelapa yang ditanam bapak Sairun itu, kini telah berusia 50 tahun. Meski sudah berumur setengah abad lamanya, namun kelapa yang hanya memiliki tinggi sekitar 8 meter inilah yang menjadi sumber benih awal dan berkembangnya benih kelapa tersebut hingga ke desa-desa, bahkan diluar Sumatera Utara yakni Riau, Jambi dan Provinsi lainnya.

Dari data yang dihimpun, melalui pengembangan secara mandiri oleh masyarakat setempat, saat ini terdapat sekitar 300 tanaman Kelapa Genjah Hijau yang berumur diatas 10 tahun, 500 tanaman berumur 5-10 tahun, serta 300 tanaman muda yang berumur dibawah 5 tahun di Desa Meranti Paham dan Desa Cinta Makmur. (*)

Reporter: Afriandi
Editor: Maranatha Tobing