POSMETROMEDAN.com-Seorang pria bernama Jimmy Afrizal (46) telah menjadi korban keberingasan pelaku Badai Cs.
Korban yang merupakan kepala lingkungan (kepling) PWS, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah menceritakan kisah kelamnya ketika dianiaya Badai CS.
“Kejadian Hari Selasa tanggal 4 bulan Juni 2023. Saat itu sekitar pukul 00.30 WIB, saya lagi jaga piket posko begal dan tawuran. Karena memang jadwal saya kan,” terangnya.
Tak berselang lama dari situ, korban (Jimmy) dihubungi oleh Irfansyah Sireger selaku penjaga malam.
“Pak ada ribut-ribut di sini, saya mau ambil kunci sepeda motor tapi tak dikasih. Seperti itu kata penjaga malam (Irfansyah Sireger) saya. Karena memang lokasi yang dikatakan Irfansyah masih tanggung jawab saya, saya langsung ke sana,” lanjut Korban.
Sebelum pergi menemui Irfansyah Sireger, korban terlebih dahulu pulang ke rumahnya yang berada PWS No 59, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah.
“Sesampainya saya di rumah, saya pun langsung pergi ketempat yang dikatakan penjaga malam (Irfansyah Sireger) saya itu. Tetapi mungkin karena istri merasa ada yang janggal, dia (Istri Korban) ingin ikut,” kata Jimmy Afrizal, Sabtu (8/7) malam kepada kru Posmetro Medan.
Korban mengiyakan ucapan istrinya, dan langsung mengendarai sepeda motor datang menuju Jalan Pasundan, Lingkungan III, Kelurahan Sei Putih Timur, sekitar pukul 01.20 WIB.
“Sesampainya saya dan istri di lokasi, saya temui si Badai, saya bilang, mana kunci sepeda motor penjaga malam saya. Tapi si Badai ini bilang, oh gak bisa aku (Badai) dipukuli orang ini,” kata korban menirukan ucapan Badai Cs dimalam mencekam itu.
Korban yang tak tau apa-apa langsung dihadapkan dengan puluhan orang yang diduga suruhan Badai Cs.
“Datang sepeda motor lalu becak dan motor lagi, mungkin ada 20 orang disitu yang datang menemui saya,” kata Jimmy kembali.
Tanpa basa-basi Badai Cs langsung memukul bagain kepala belakang korban Jimmy dengan tangannya.
“Kepala bagian saya dipukul sekali, terus mata sebelah kiri saya juga dipukul oleh Badai itu. Saya tak bisa melawan, karena ada mungkin 3 atau 4 orang lain yang menganiaya saya,” sedih Jimmy.
Tak berdaya di aniaya segerombolan preman, Jimmy langsung menyuruh istrinya untuk menghidupkan mesin sepeda motor.
“Langsung lari saya bang menuju motor, mungkin kalau gak lari bisa tak sadar atau pingsan saya dianiaya mereka (Badai Cs),” ujar Jimmy.
Masih keterangan Jimmy, sesampainya di atas sepeda motor ia langsung menyuruh sang istri naek dan tancap gas menuju ke kantor polisi.
“Pagi dini hari itu juga saya datang ke Polsek Medan Baru untuk membuat laporan, pas saya lari dengan motor itu pun saya masih dikejar mereka,” akunya.
Menutup, Jimmy hanya bisa berharap pihak kepolisian mampu menangkap Badai dan teman-temannya yang telah menganiayanya.
“Iya semoga polisi bisa menangkap si Badai itu, biar ada efek jera juga kan. Lagian saya juga tidak kenal sama pria yang biasa dipanggil Badai itu,” tutup Jimmy Afrizal.
Terpisah Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Harjuna Bangun yang dimintai keterangannya mengatakan korban telah membuat laporannya.
“Sudah diterima laporannya,” terangnya, Selasa (11/7) sore sembari menambahkan bahwa kini pelaku pengeroyokan itu belum ditangkap oleh pihaknya.
REPORTER: Tim
EDITOR: Oki Budiman












