Diduga Bisniskan Baju Seragam Sekolah, Pj Bupati Agara Harus Copot Kepsek SMPN 1 Badar

oleh
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Badar, Aceh Tenggara. (Safrizal/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Badar, dituding bisniskan baju seragam seperti batik, baju olahraga dan atribut (lambang) sekolah kepada anak didik baru.

Tidak tangung-tanggung, setiap orangtua anak didik yang baru masuk wajib merogoh kantong Rp.700 ribu untuk membeli ketiga item tersebut.

Atas dugaan pihak sekolah menjadikan seragam baru sebagai ajang bisnis, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara bersuara. Menurut LIRA, pihak sekolah telah melanggar surat edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara (Agara) terkait larangan pembebanan baju seragam kepada siswa baru.

Bahkan Bupati LIRA Agara, M Saleh Selian, dengan tegas menyatakan apabila dugaan itu terbukti Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tenggara, Syakir harus segera mencopot Hamdani selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Badar.

M Saleh Selelian menegaskan, bahwa Kepala SMPN 1 Badar Hamdani dengan jelas membangkang aturan Dinas Pendidikan. Disebutkan, di dalam surat edaran yang dikeluarkan pada 5 Juli 2023 kemarin, dengan tegas pihak sekolah baik SD, SMP sederajat baik swasta dan negeri tidak boleh melakukan bisnis baju seragam sekolah tambahan bagi siswa baru.

BACA JUGA..  Mantu Tikami Mertua Saat Shalat Subuh

“Kepala sekolah SMPN 1 Badar dengan jelas menentang dan melanggar surat edaran nomor surat 421/528/1b/2023 yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agara pada 5 Juli 2023 kemarin,” tegas M Saleh Selian kepada Posmetromedan.com, Senin (17/7/2023)

Ini poin-poin dan isi surat edaran yang dikeluarkan Disdik Agara;
1. Sekolah tidak diperkenankan memunggut biaya apapun dari siswa orang tua wali.
2. Sekolah tidak dibenarkan memunggut uang komite, dalam hal ini termasuk pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2023/2024.
3. Sekolah tidak diperkenankan memunggut biaya kepada siswa orang tua wali untuk pembelian baju batik,baju olahraga atau baju lainnya.
4. Sekolah tidak diperkenankan mengkoordinir mengarahkan pembelian baju batik pakaian olahraga atau atribut lainnya.

BACA JUGA..  Pengedar Sabu di Bagan Didor

Masih di lampiran surat edaran tersebut, disebutkan, Kepala dinas Dikbud akan menindak kepala sekolah yang melanggar surat edaran.

Menyikapi tindakan Kepala Sekolah SMPN 1 Badar, Hamdani, LIRA Agara meminta Pj bupati Syakir untuk segera mencopot kepala sekolahnya.

Kepsek SMPN 1 Badar Membantah, Salah Satu Siswa Baru Mengakui

Di waktu yang hampir bersamaan, Posmetromedan.com mencoba meminta konfirmasi kepada Hamdani selaku Kepsek SMPN 1 Badar, atas  dugaan wajib membeli seragam kepada siswa baru.

Melalui sambungan telepon, Hamdani mengatakan bahwa, “Dulu ada kita buat untuk pembelian baju tambahan baju batik, baju olahraga dan simbol sekolah. Tapi setelah mendapat surat edaran yang dikeluarkan oleh pihak Dikbud Agara, kami batalkan semuanya dan tidak jadi kami pesan dan sayapun sudah pernah di panggil oleh pihak Dikbud dan BAP terkait untuk membeli baju tambahan untuk siswa baru,” ujarnya kepada Posmetromedan.com, Senin (17/7/2023).

BACA JUGA..  Polisi Masih Usut Kasus Kematian Bayi, Orang Tua Dititip ke Rumah Dinsos

Untuk memastikan kebenaran pernyataan Hamdani, Senin siang Posmetromedan.com mengunjungi sekolah tersebut. Di komplek sekolah, Posmetromedan.com menjumpai salah satu siswa baru (nama siswa sengaja tidak disebut redaksi)–mengakui bahwa siswa baru wajib membeli baju seragam batik, baju olahraga dan simbol sekolah dengan harga Rp.700 ribu.

“Hari ini juga baju akan kami ambil baju itu pak,” ujar siswa baru itu kepada Posmetromedan.com. (*)

Reporter: Safrizal
Editor: Maranatha Tobing