POSMETROMEDAN.com – Petugas medis di salah satu rumah sakit di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara viral. Pasalnya, si petugas asik main kartu sementara seorang pasien korban pembacokan dengan kondisi krisis tergeletak di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Peristiwa tersebut diviralkan di facebook oleh akun ataa nama Ferry Matondang, pada Sabtu kemarin (19/11/2022) dengan judul “SURAT TERBUKA UNTUK PEMERINTAH KOTA TANJUNGBALAI DAN DIREKTUR RSUD TEUKU MANSYUR TANJUNGBALAI”.
Hasil penelusuran, belakangan diketahui peristiwa itu terjadi di RSU Dr Tengku Mansyur, Kota Tanjungbalai milik Pemko Tanjungbalai.
Disebutkan, kejadiannya berawal dari kedatangan dari petugas Polsek Tanjungbalai Utara, Polres Tanjungbalai, Polda Sumatera Utara ke Rumah Sakit tersebut dengan membawa seorang laki-laki dalam kandisi krisis dan bersimbah darah.
Akan tetapi, petugas medis yang ada di rumah sakit tersebut tidak langsung menangani korban sebagaimana mestinya. Sementara si pasien sudah lemah akibat pendarahan hebat akibat luka bacok menganga di lengannya.
Saat itu petugas beralasan, bahwa si pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Medan sehingga butuh biaya sebesar Rp15 juta. Mereka membiarakan pasien tersebut terbaring selama lebih kurang 2 (dua) jam.
Belakangan diketahui bahwa laki-laki (korban) bernama M Andi (41), warga Tanjungbalai itu merupakan keluarga yang kurang mampu.
Setelah dibiarkan terlantar selama 2 (dua) jam, atas bantuan keuangan dari personil Polsek Tanjungbalai Utara, akhirnya laki-laki malang tersebut dapat dibawa ke rumah sakit Bina Kasih di Medan.
Sayangnya hingga saat ini, Direktur RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai masih belum dapat dihubungi terkait dengan kejadian tersebut. (*)
Reporter: Ignatius Siagian
Editor: Maranatha Tobing












